Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Hutan Lindung itu…

 

Ini bukti ileggalloging di So Ncake Desa Renda Kecamatan Belo.

Di tengah aroma banjir dan bayang-bayang ketakutan yang masih menyergap masyarakat Mbojo, kita disuguhi suatu data dan fenomena yang menguatirkan. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bima menyebut  kondisi hutan lindung pada  tiga wilayah kecamatan rusak parah. Di Kecamatan Wawo, Donggo, dan Parado. Tentu saja ini meresahkan. Bagaimana kondisi hutan pada wilayah Kota Bima?  Apakah kurang-lebih sama? Kita berharap tidak! Karena ketika hulu sudah amburadul, maka sisi hilir akan menerima ampas negatifnya.

Warna khas tanah gunung pada banjir yang melumuri Kota dan Kabupaten Bima dalam episode banjir selama ini  merupakan konsekuensi logis dari parahnya areal hulu. Ya, hutan kita sudah lama  dalam  radar incaran pelaku illegal logging. Mereka  memotong apa saja.  Inilah saatnya kita merasakan efeknya setelah sekian lama berjuang dalam motto ‘Ngaha Aina Ngoho’, namun tidak sepenuhnya tuntas. Kasus illegal logging terus merambah dari satu titik lokasi ke lokasi lainnya. Saatnya kita bersikap tegas. Setegas-tegasnya! Tanpa memerhitungkan latarbelakang siapa pelaku dan dalangnya, mereka yang bermain pada ranah larangan harus dieksekusi.

Dalam kondisi hutan tiga kecamatan yang diakui parah itu, maka harus ada tindakan luar biasa. Extraordinary thing. Melalui Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2007 tentang pelarangan pembabatan hutan secara ilegal, maka ada landasan aksi. Saatnya menunjukkan sisi komitmen dan keberpihakan. Tidak ada pilihan lain. Karena jika tidak, maka permukiman penduduk  akan selalu dikirimi banjir dari wilayah pegunungan dan hutan. Kita akan selalu rutin mengukur ketinggian air dengan tubuh. Atau menandainya dengan benda di rumah kita.

Beberan Pol PP itu merupakan sinyal kelabu. Itu harus dijadikan alarm kewaspadaan dini. Suatu isyarat yang jelas tentang apa pilihan sikap kita selanjutnya dalam mengatasinya. Hutan lindung yang rusak itu harus segera di-recovery agar alam kembali dalam kealamiahannya. Hutan lindung itu tidak boleh lagi terlihat ‘bopeng’, pada tiga kecamatan itu dan wilayah lainnya. Masalahnya, kompensasi yang dimintanya atau imbas yang mewujud darinya sangatlah mahal…(*)

 

 

 

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Tambora Kabupaten Bima mengamankan satu unit mobil truck yang memuat kayu ilegal karena tanpa disertai dokumen lengkap....

Pemerintahan

Bima, Bimakini.-  Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, akan membangun 185 unit rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana banjir tahun...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten Bima melanjutkan safari Ramadhan di dua Kecamatan yakni Tambora dan Sanggar, Jumat 30 April 2021. Untuk Kecamatan Sanggar, dilaksanakan di...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kapal ADRI-LI yang mengangkut perlengkapan untuk membangun tiga jembatan di Kecamatan Madapangga, yang rusak akibat banjir, merapat di pelabuhan laut Bima, Jumat...