Opini

1 Tahun Kepemimpinan Dinda-Dahlan Bima Masih Jalan di Tempat

Oleh : Hajairin, SH

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri-Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Nur, MPd.

Setalah meraih kemenangan pada pemilihan serentak Tanggal 15 Desember Tahun 2015 yang lalu, Dinda-Dahlan memenangkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima dengan tiga pesaingnya, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Nomor : 132.52-689 Tahun 2016 Tanggal 12 Februari 2016, akhirnya DINDA-DAHLAN dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima pada Tanggal 17 Februari Tahun 2016 oleh Gubernur NTB DR. TGH. Zainul Majdi tepatnya satu tahun yang lalu dengan masa kepemimpinan Tahun 2016-2021.

Sekarang Tanggal 17 Februari Tahun 2017, tidak terasa kepemimpinan Dinda-Dahlan sudah mencapai 1 satu tahun lamanya, namun tidak banyak hal yang berubah, Kabupaten Bima terasa masih jalan di tempat hal ini sama seperti sebelumnya seperti misalnya kejahatan illegall loging masih meraja lela, konflik antar Desa semakin menjadi-jadi, kasus korupsi belum terselesaikan, pencurian selalu ada, kesejahteraan masih jauh dari kata sejahtera kemiskinan masih cukup tinggi, petani dan nelayan masih belum di layani sepenuhnya dan lain sebagainya. Oleh karena demikian di masa kepemimpinan satu tahun ini menimbulkan pertanyaan berbagai pihak termasuk penulis bahwa apakah mungkin ini tanda bahwa Dinda-Dahlan tidak mampu memimpin Kabupaten Bima atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan ini biarlah pembaca yang akan menjawabnya. Namun penulis hanya ingin menjelaskan secara umum mengenai pembagunan Daerah Kabupaten Bima dalam masa bakti satu tahun yang sudah berjalan ini.

Penulis ingin mulai dengan konsep kesejahteraan masyarakat, sebab kesejahteraan sejatinya adalah segenap strategis atau aktifitas yang dilakuakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia melalui kebijakan dan program dalam memberikan pelayanan sosial masyarakat yang ada selama satu tahun ini.

Banyak pihak yang mengungkapkan bahwa satu tahun tidak cukup untuk mengukur keberhasilan Dinda-Dahlan untuk memimpin Kabupaten Bima, tapi bagi penulis satu tahun sebagai ukuran untuk mengawali keberhasilan itu. Selama ini Beberapa upaya telah dilakukan oleh Dinda-Dahlan sebagai usaha untuk mewujudkan VISI dan MISI ketika kampanye Tahun 2015 lalu, salah satunya perombakan pejabat dinas-dinas dan lain-Nya. Namun pertanyaan kedua adalah apakah perombakan pejabat dinas-dinas bagian dari visi dan misinya? Apapun jawaban-Nya bukan itu yang di butuhkan oleh masyarakat Kabupaten Bima. tetapi bagaimana awal kepemimpinan Dinda-Dahlan dalam satu tahun ini, apa terobosan yang dilakukan oleh Dinda-Dahlan untuk Bima yang sejahtera, berkemajuan dan bermartabar.

Sementara konsep pembangunan dalam beberapa aspek di Kabupaten Bima, baik infrastruktur, sumber daya manusia, kejahatan, hukum, kesehatan, kesejahteraan, kelautan, pertanian, dan lain sebagaiknya, belum ada kejelasan sebagai ukuran untuk membangun Kabupaten Bima dalam satu tahun kepemimpinan Dinda-Dahlan selama ini. Justru konflik antar Desa semakin meningkat, pencurian, kemiskinan, belum lagi persoalan pertanahan yang belum ada kejelasan di beberapa Desa di Kabupaten Bima bahkan hal ini selalu menjadi sumber Ketidakramahnya Kabupaten Bima yang di usung Dinda-Dahlan dalam pemilihan umum Tahun 2015 yang lalu. Sehingga Kabupaten Bima masih jalan di tempat bahkan mundur kebelakang dari pembangunan, Kabupaten Bima belum ada kemajuan selama satu tahun terakhir ini yang dibawah kendali Dinda-Dahlan.

Dalam satu tahun ini pula masyarakat Kabupaten Bima mengenal Dinda-Dahlan dengan semboyang “Bima Ramah”, penulis merasa banyak masyarakat kita yang terjebak dengan semboyang ini. Penulis inging membantah konsep ini, Ramah itu dapat tercapai apabila masyarakat dibangun dengan moralitasnya yang baik dan tercapainya kesejahteraan dan seluruh masalah dapat terselesaikan dengan baik, lalu bagaimana konsep keramahan itu bisa tercapai di Kabupaten Bima, hal inilah yang membuat semboyang Bima ramah tidak mampu di buktikan dengan kenyataan yang ada selama satu tahun kepemimpinan Dinda-Dahlan sekarang ini.

Dengan masa kepemimpinan satu tahun terakhir ini masyarakat memberi banyak kritikan terhadap kepemimpinan Dinda-Dahlan, artinya cukup memberikan sinyal yang bahaya bagi pembangunan Kabupaten Bima kedepan-Nya. Sementara di sisi lain masyarakat Kabupaten Bima menyeruakan ketidakadilan yang ada di Kabupaten Bima sebab tanpa keadilan, negara tidak lain hanya gerombolan perampok yang terorganisir(St. Agustinus), serta tidak meratanya pembangunan secara menyeluruh.

Dengan demikian di awal tahun ke dua kepemimpinan Dinda-Dahlan, masyarakat menaruh harapan yang begitu besar untuk pembangunan Bima yang lebih baik di berbagai aspek untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dengan masa kepemimpinan satu tahun ini.

Dari beberapa masalah yang telah penulis ungkapkan di atas, maka dapat dijadikan bahan refleksi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kinerja dan mengelola Pemerintahan. Selain itu Pemerintah Daerah Kabupaten Bima di masa kepemimpinan satu tahun ini perlu melakukan rekonsliasi terhadap kelemahan-kelemahan, sebagai bahan perbaikan untuk membangun Kabupaten Bima dengan sisa kepemimpinan 4 tahun kedepan.

Penulis Adalah Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dan Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Bima.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 87
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top