Pendidikan

Bahas Peningkatan Mutu, Forkom PTS Bidom Gelar Pertemuan

Foto bersama pimpinan PTS se Bima-Dompu yang tergabung saat pertemuan di STKIP YAPIS Dompu, Kamis.

Dompu, Bimakini.- Sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Bima – Dompu (Bidom) menggelar pertemuan, Kamis (2/2/2017) di Kampus STKIP YAPIS Dompu.

Pertemuan itu membahas berbagai hal terkait pengembangan perguruan tinggi, baik secara kelembagaan, mutu tenaga pendidik dan mahasiswa. Serta saling mendorong untuk sama-sama maju.

Kata Ketua Forkom PTS Bidom, Dr. Ibnu Khaldun, kegiatan itu merupakan  tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Tahun 2016 lalu, berbagai kegiatan sudah dilakukan, termasuk konsolidasi kampus.

Salah satu kegiatan yang dilakukan sebelumnya, kata Ibnu, Pelatihan Pekerti. Pertemuan tersebut juga untuk membahas tentang bagaimana PTS Bima-Dompu bisa menjemput rencana kegiatan Induk Riset Nasional.

“Salah satu tujuan kegiatan ini mendorong dosen menjemput hibah bulan Maret,” ujar Ketua STKIP Taman Siswa Bima ini.

Kampus yang ada di Bima-Dompu, kata Doktor Ilmu Politik UI ini, harus terus mendorong diri untuk maju. Perlu adanya kerjasama, saling membantu dalam peningkatan PTS yang ada.

Apalagi, kata dia, secara kelembagaan baru STISIP Mbojo Bima yang memeroleh akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT). Untuk itu, perlu mengetahui bagaimana kiat agar kampus lainnya di Bima-Dompu bisa memeroleh akreditasi serupa.

Ibnu juga meminta agar PT bisa bersinergi dengan media. Karena publikasi keberadaan PT bisa menjadi penilaian. “Kami di STKIP Taman Siswa sudah membangun kerjasama dengan media,” ungkapnya.

Ketua STISIP Mbojo Bima, Drs Gufran, MSi mengatakan sebenarnya Forkom PTS ini sudah lama terbentuk dan sempat vakum. Kini kampus dihadapkan pada kompetisi berat. Setiap tahunnya Dikti mengumumkan predikat kampus.

“Kalau urutan terakhir terus, akan pertanyakan kinerjanya. Forum ini akan membantu menaikkan peringkat masing-masing,” terangnya.

Terpenting, kata dia, bagaimana kampus yang ada aktif melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, maka dengan sendirinya akreditasi akan naik. Apalagi sekarang, ada Permenristek Dikti tentang tunjangan dosen yang harus memuat karya di jurnal berakreditasi di tingkat nasional.
kegiatan yang perlu juga dilaksanakan, kata dia, pelatihan penyusunan naskah buku ajar. Ini penting, agar dosen bisa memahami dan mudah menyusun buku ajar. Apalagi ada anggaran untuk menerbitkannya. “Perlu diadakan pelatihan penyusunan naskah buku ajar,” sarannya.

Ketua STKIP Bima, Dr. Amran menambahkan bahwa saat ini pemerintah mendorong PTS sama dengan PTN. Saat ini ada banyak peluang program untuk tenaga pendidik dan peluang memerolehnya sama, baik dosen negeri dan swasta.

Sementara Ketua STIH Muhamamdiyah Bima, Gufran, MH meminta agar tidak hanya fokus pada pengembangan lembaga dan dosen, namun juga mahasiswa. Apalagi, saat ini yang menguatirkan mengenai penyalahgunaan obat-obatan, seperti Tramadol.

Pertemuan itu juga membahas tentang sinergi kampus, akademisi dengan media. Hadir dalam pertemuan itu CEO Bimeks Group, Ir. Khairudin M Ali, MAP yang menyatakan siap bersinergi. Salah satunya, mendorong akademisi untuk menjadi narasumber di media, termasuk Bima TV dan Tambora TV.

Pada pertemuan itu, Wakil Ketua Yayasan  YAPIS Dompu, Nadirah, menyinggung mengenai perhatian pemerintah daerah terhadap PTS. Sementara kampus memiliki kontribusi besar bagi daerah, baik dalam aspek SDM, sosial dan ekonomi.

Hadirnya kampus, telah membuka banyak usaha bagi masyarakat. Untuk itu perlu ada perhatian pemerintah dalam pengembangan PTS di Bima-Dompu.

Kampus yang hadir dalam pertemuan itu, Ketua STKIP Yapis Dompu, Drs Muhammad Gunawan, M.Pd, STIE YAPIS Dompu, Ketua STIE Bima, Firdaus, ST, MM, STIKES Yahya, STIH Muhammadiyah Bima, STKIP Bima, STKIP Taman Siswa, STISIP Mbojo Bima. Anggota Forkom sebanyak 20 kampus, tetapi ada yang bwrhalangan hadir.  (BK25)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Share
  • 33
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top