Peristiwa

Duh, Dapur Umum untuk Korban Banjir, Terkendala Anggaran

Luapan air yang menggenangi sejumlah Desa di Woha, Selasa.

Bima, Bimakini.- Rencana buka dapur umum untuk korban banjir di Kecamatan Woha hingga Rabu (1/2/2017) siang, belum juga dilakukan. Alasannya terkendala soal anggaran dan perlengkapan dapur dimiliki Dinas Sosial Kabupaten Bima.

Namun Camat Woha, Chandra Kusuma, menegaskan agar tetap dibuka dapur umum. Masyarakat sendiri yang menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk dapur umum.

Dinas Sosila melalui Koordinator Tagana Kabupaten Bima, Rusli, mengatakan, pihak Dinas Sosial sudah memberikan bantuan tanggap korban banjir di Woha. Bantuan diberikan berupa, matras 90 lembar, selimut 150 buah, mie instan 50 dus.

“Kami sudah menyalurkan langsung tadi malam di Desa Nisa, Naru dan Penapali,” ujarnya di Kantor Camat Woha, Rabu (1/2/2017).

Selain memberikan bantuan langsung ke pada korban banjir dari Dinas Sosial. Juga menerima bantuan dari pihak lain untuk disalurkan. “Tagana tugasnya membantu pemeribtah dalam pelayanan kepada warga korban banjir,” jelasnya,

Diakuinya, perlengkapan masak dapur umum sudah ada di Kantor Camat Woha. Itupun hasil pinjaman dari Tagana Dompu, namum sampai siang ini belum dibuka dapur umum. “Karena kesiapan anggaran belum ada serta perlengkapan dapur umum Dinas Sosail Kabupaten Bima sedang tidak layak pakai,” terangnya.

Namum dia memastikan tetap akan dibuka dapur umum di Woha. Soal kekurangan anggaran sedang dalam proses pengurusan. Namun camat juga telah menyediakan kebutuhan dapur melalui swadaya masyarakat sekitar. “Masyarakat sangat membutuhkan, bahkan membantu kebutuhan dapur,” katanya.

Sementara Camat Woha, Chandra Kusuma, AP mengatakan dapur umum tetal dibuka. Karena masyarakat terkena banjir membutuhkan makanan, baik pagi, siang maupun malam. “Masyarakat Kecamatan Woha mengharapkan bantuan dapur umum, bahkan mereka menyediakan kebutuhan demi membantu warga yang terkena bencana banjir,” pungkasnya. (BK34)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top