Dari Redaksi

Adu Jotos Aparat

KASUS adu otot aparat di tengah jalanan ramai kembali dipertontonkan Kamis (27/02) siang di persimpangan Mapolres Bima Kabupaten. Ada oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) pulang cuti ke Bima, namun diduga tanpa helm saat berkendara. Terkena razia ketertiban lalulintas oleh anggota Sat Lantas Polres Bima, seperti masyarakat lainnya. Apa yang sesungguhnya terjadi? Rincian detailnya pasti sudah terdokumentasikan.

Terlepas dari siapa yang menuai masalah dan bagaimana kornologisnya, kasus baku pukul antaraparat itu sangat disayangkan. Ya, di jalanan ramai, di ruas jalan negara. Emosi yang diperturutkan. Tontonan memalukan seperti ini bukan yang pertama di Dana Mbojo. Biasanya yang kerap muncul adalah para aparat muda.

Dari sudut pandang aparatur negara, kasus seperti itu merupakan bahan evaluasi internal. Bagaimana selayaknya personel di lapangan menyesuaikan diri dalam tuntutan aturan. Jajaran TNI dan Polri di daerah ini selayaknya melihat sisi ini sebagai hal sensitif dan semoga tidak lagi terulang. Ketidakdisiplinan jalanan dan baku pukul itu tidak mencerahkan, apalagi mencerdaskan publik. Jika terus terangkai indah, jelas akan menjadi bahan olokan masyarakat Mbojo.

Kita bersyukur ada reaksi cepat yang mendamaikan suasana. Petinggi TNI dan Polri harus diapresiasi pada titik ini. Kesigapan melokalisasi masalah memang keharusan, agar tidak merembes jauh dan liar. Apa jadinya jika ego korps diperlihatkan. Sekali lagi, islah yang terjadi merupakan sikap bermartabat dan positif di mata publik. Tentu saja publik mendambakan harmonisasi hubungan antara TNI dan Polri dalam mengemban amanah rakyat pada bidang tugasnya masing-masing. Di ruang publik, mereka diharapkan seiring-sejalan mengawal dinamika sosial Indonesia dan Dana Mbojo khususnya.

Di jalanan, ada tataaturan yang harus ditaati bersama. Tidak ada satu pun pihak di kolong langit republik ini yang tidak tersentuh hukum dan balutan aturan. Ini bukan ruang hampa. Nah, pada titik inilah aparat negara sejatinya berdiri di garis depan memberi contoh. Semoga kasus seperti itu tidak terjadi lagi. Jangan sampai mengeksplorasi jauh ego masing-masing. Tidak akur seperti “Tom and Jerry”. (*)

 

Share
  • 126
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top