Berita

Pesona Bima: Ayo ke Pantai Lariti (Bagian 1)

Keindahan pantai Lariti saat air surut sore hari.

Bima, Bimakini.- Pantai Lariti kini menjadi pesona baru wisata pantai di Desa Soro Kecamatan Lambu. Saat akhir pekan, kunjungan bisa mencapai 500 hingga 2.000 orang. Sebelumnya, pantai ini tidak terjamah, termasuk oleh pemerintah.

Apa yang menarik dari Pantai Lariti? Di lokasi ini ada dua pulau besar dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Keberadaan pulau-pulau kecil ini semakin menambah eksotik.

Selain keberadaan dua pulau besar, ada yang menjadi daya pikat tersendiri. Yakni, terbelahnya laut dari bibir pantai hingga ke dua pulau tersebut. Seperti kisah Nabi Musa yang membelah laut dengan tongkatnya dari kejaran Raja Fir’aun.

Ayunan yang dibuat oleh Lariti Community yang menambah daya tarik pantai ini.

Pengunjung pun dapat berjalan ke pulau tersebut. Namun, moment itu hanya terjadi sore hari sekitar pukul 16.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Selain itu, pukul 03.00 WITA hingga pukul 07.00 WITA. Setelah itu air akan pasang kembali menutupi pasir putih.

Bimakini.com pun berkesempatan untuk menikmati pesona saat air surut di sore hari dan pagi hari dengan berkemah di pantai. Saat pagi hari, tidak hanya mata ditakjubkan dengan pasir putih yang membentang hingga ke pulau, seperti lembar permadani dilalui Raja menuju singgasananya.

Ketakjuban itu bertambah, karena pengunjung bisa menikmati Sunrise. Perpedauan dua keindahan yang memukau. Untuk menikmati Sunrise ini tentu harus bermalam. Lokasi ini pun kerap dijadikan tempat berkemah.

Malam hari, saat purnama, sausana di pantai akan semakin indah. Dua pulau terlihat jelas. Satu pulau jaraknya lebih dekat dan airnya sering terbelah saat surut. Jika ingin menyaksikan detik-detik terbelahnya saat pagi hari, maka harus rela terjaga. Dapat juga diabadaikan moment itu dengan kamera video.

Saat air pasang pun pengunjung bisa menikmati suasana pantai Lariti. Pasir putih membentang dan air yang jernih untuk mandi.

Saat pagi hari di Pantai Lariti dan pengunjung yang berkemah menikmati sasananya.

“Saat hari Minggu pengunjung datang silih berganti, sehingga kami perkirakan kunjungan setiap hari libur bisa mencapai 500 hingga 2.000 pengunjung,” kata Ariansyah Syarbini, Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Lariti pada Bimakini.com, Sabtu (8/4/2017).

Ramainya pengunjung karena lokasinya tidak terlalu jauh. Bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Meskipun sekitar belum teraspal sepenuhnya hingga pantai, itu pun beberapa ratus meter saja, selebihnya sudah diaspal.

Pengunjung yang datang tidak hanya dari warga lokal saja, namun dari Kota Bima dan juga warga Kabupaten Bima di luar Sape-Lambu. Namun tidak sedikit juga pengunjung datang dari luar Bima. Termasuk kerap dikunjungi komunitas motor yang melakukan touring.

“Pengunjung hari Minggu 9 April bahkan kami perkirakan sekitar 2.000, pantai benar-benar penuh,” ungkapnya.

Banyaknya pengunjung tentu menjadi tantangan tersendiri bagi POKDARWIS dan Larity Community. Diharapkannya, ada perhatian dari pihak keamanan, baik TNI dan Polri untuk bisa memantau keamanan. Tujuannya, agar pengunjung bisa lebih aman dan menghindari hal-hal tidak diinginkan.

Pengunjung saat menikmati suasana Sunrise.

Saat Bimakini.com berkunjung ke Pantai Lariti, anak-anak komunitas motor menikmati pantai Lariti. Bahkan saat air surut mereka mendorong motornya ke belahan pasir dan berfoto.

Baca Juga: Jalur Menanjak, Tantangan Peserta Sakosa Bike Camp

Rasanya, jika ke Lambu atau Sape tidak akan lengkap jika tidak ke pantai Lariti. Karena pantai ini tidak hanya “kekinian” dalam istilah remaja, namun memberikan kesan mendalam tentang pesona bagian Timur Kabupaten Bima ini.

Bahkan, sebelum tiba di pantai Lariti, diperjalanan pengunjung disuguhkan dengan pesona dari atas bukit. Tidak sedikit yang mengabadikan keindahan pantai Lariti dari atas bukit.

Ayo ke Pantai Lariti Sekarang. (Sofiyan Asy’ari)

Share
  • 303
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top