Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Berdamailah, jangan Bermusuhan!

 

DOK SLIDESHARE

PUBLIK Mbojo masih dihangatkan seputar konflik antarwarga di Kecamatan Woha Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, akhir pekan lalu. Banyak menimbulkan luka sosial dan psikologis. Kemunculannya saat gerbang Ramadan 1438 Hijriyah dibuka, menimbulkan persepsi buruk dari banyak kalangan. Siapakah yang terlibat dalam konflik itu? Bukankah semuanya Muslim? Tidakkah ada yang memahami bahwa “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (HR Bukhari-Muslim).

Semoga pascabadai konflik itu, semuanya dalam bangunan kesadaran diri. Merenungi setiap hentakan  tindakan dan menyadari posisi diri di tengah dinamika sosial. Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam berkali-kali mengingatkan arti persaudaraan. Namun, tetap saja di antara kita saling menyakiti, saling merendahkan, dan saling menjatuhkan. Padahal, orang yang paling dibenci Allah ialah yang suka bermusuh-musuhan.

Rasulullah pun melarang saling benci membenci, dengki-mendengki dan sindir-menyindir. Haram seseorang Muslim berkelahi dengan saudaranya lebih dari tiga hari lamanya. Muslim  yang baik adalah yang mampu menahan amarahnya, bahkan mampu membalasnya, namun tidak melakukannya. Kita hendaknya menjadi pribadi yang kuat, bukan yang mampu mengalahkan musuh, tetapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.

Mau tahu, balasan orang yang menahan marah dan suka memaafkan? “Barangsiapa yang menyembunyikan kemarahan, padahal dia mampu melakukannya, Allah akan menyerunya dihadapan para pemimpin makhluk, sehingga Dia memilihkan bidadari untuknya, lalu menikahkan dengannya sesuai  kehendaknya. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Nah, seiring guliran Ramadan yang melintas, mari segera  menghilangkan permusuhan. Tinggalkan segala perbedaan, mari mencari persamaan. Dana Mbojo tidak akan dinaungi berkah selama bara dendam dan permusuhan kian menebal antarmasyarakat. Permusuhan hanya melebarkan luka dan menguap duka Dana Mbojo. Mari berdamai, Akhi… Jangan terus ikuti hawa nafsu, karena itu titian jalan syaitan. Bukankah pesan moral Ramadhan adalah menahan nafsu? (*)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait