Hukum & Kriminal

Tahanan Polres Dompu Tewas, Diduga Dianiaya

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Tahanan Polres Dompu, Hidayat (24) ditemukan tewas. Pemuda asal RT 02 RW 01 Lingkungan Sarae, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima diduga tewas akibat dianaya dalam sel tahanan.

Iwan, kakak korban mengatakan diduga korban tewas dalam sel tahan Polres Dompu, Kamis malam (30/6) dengan lebam disekujur tubuh dan luka bakar dibagian kemaluan.

Awalnya, kata dia, korban pergi bersilaturahmi dengan keluarganya di Desa Karijawa, Kecamatan Dompu Minggu (25/6) setelah selesai sholat Id. Tiba di dompu, Hidayat meminta uang lebaran pada bibinya.

Selanjutnya, oleh keluarga disarankan pulang ke Bima. Namun, hal itu dianggap mengusir. Akhirnya korban naik di atap rumah. Meski diminta turun, tetap menolak, hingga meminta bantuan polisi.

Lanjut Iwan, setelah polisi datang, korban diturunkan dari atap dan langsung dibawa ke Polres Dompu. Informasi keluarga, korban sengaja ditahan untuk sekedar memberi efek jera, karena korban dituduh mencuri.

Korban, lanjutnya, tiga hari ditahan. Hari pertama dan kedua keluarga dibolehkan menjenguk. “Hari ke tiga oleh polisi keluarga tidak diperbolehkan lagi menjenguk tanpa alasan yang jelas, malah anehnya lagi ada oknum polisi meminta uang tebusan untuk bisa dibebaskan asal menyediakan uang 5 juta hingga 20 juta rupiah, namun pihak keluarga tidak menyanggupinya,” ungkapnya.

Karena tidak memiliki uang dan tidak disuruh jenguk, Rabu (29/06/2017) sekitar Pukul 17.00 Wita keluarga langsung pulang ke Bima. Namun di tengah jalan menuju Bima mendapat telepon dari anggota kepolisian kalau adiknya mengalami koma dan berada di rumah sakit Dompu.

Mendapatkan informasi tersebut, kata Iwan keluarga pun kembali ke Dompu dan menuju rumah saki. benar saja, korban koma dengan luka di sekujur tubuh. Mulai dari kepala hingga kaki. “Yang lebih parah kemaluannya ada bekas luka bakar sulutan rokok,” ungkapnya.

Sehari kemudian sekitar Pukul 00.00 Wita, korban meninggal dunia di rumah sakit dan langsung dibawa pulang ke Kota Bima dengan menggunakan mobil ambulan polisi. Mendapat kematian korban tidak wajar, akhirnya keluarga sepakat untuk mepersoalkannya dan dilaporkan ke Polres Bima-Kota.

Namun, kata dia, disarankan lagi membawa kembali jenazah korban ke Dompu. Alasannya TKP di Polres Dompu.

“Pokoknya keluarga akan melaporkan dan belum akan menguburkan jenazah korban sebelum diotopsi,” ujar Iwan didampingi keluarga.

Wakapolres Dompu, KOMPOL Etek Riawan yang dikonfirmasi Via Seluler menjelaskan, awalnya korban dilaporkan melakukan percobaan pencurian di Desa Karijawa. Karena mau dihakimi warga, Polisi langsung mengamankan terduga pelaku.

Hari ke tiga dayat mengalami kejang-kejang dan mulutnya berbusa dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dompu untuk mendapatkan perawatan medis.
Sebelum diamankan korban sama sekali tidak mengalami luka apapun di tubuhnya. Pihaknya juga tidak tahu kalau korban mengalami luka serius sebelum meninggal dunia.

Dia membantah ada oknum polisi yang meminta uang pada keluarga korban. Semua anggota yang piket sudah diperiksa.

“Kami sudah memeriksa semua anggota yang piket, mereka tidak ada yang meminta uang dan tidak melakukan penganiayaan pada saudara Hidayat,” jelasnya Jum’at (30/01/2017). (BK32)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 133
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top