Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Karung Tramadol

Dok Polres

PIL Tramadol! Lagi-lagi pil Tramadol menghentak suasana kenyamanan Dana Mbojo. Fenomena gunung es peredaran Tramadol, tampaknya tidak terbantahkan lagi. Bayangkan saja pada dampak yang paling miris, ada sejumlah pelajar sempoyongan dala pengaruh Tramadol di Kecamatan Ambalawi beberapa waktu lalu, kini ada oknum guru di Kecamatan Woha yang terlihat mengedarkannya. Satu karung beras pil Tramadol yang dikirimnya ke Sumbawa disita aparat Kepolisian pada bus. Ironis memang. Guru terjebak dalam bisnis yang merusak moral dan menerabas nilai pendidikan. Tetapi, begitulah sajian fakta di depan mata kita. Sudah sedemikian massifkah pengedar dan peredaran Narkoba, pil Tramadol di Dana Mbojo? Mari merenunginya.

Pada kesempatan pertama, mari kita menyatakan perang terbuka terhadap peredaran pil ‘setan’ Tramadol. Hampir setiap hari kita dijejali.  Semakin meluas saja. Terakhir kurir Tramadol di Lingkungan Pali Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima. Fadli dibekuk  Sabtu (22/07) lalu  di bukit Danatraha Kelurahan Dara. Ada 5.000 butir pil Tramadol yang disita sesaat usai bertransaksi.

Apresiasi patut diberikan kepada aparat Kepolisian yang terus bergerilya memberantas Narkoba dan peredaran obat-obatan terlarang. Disamping karena kelihaian dan kemampuan Intelejen, keberhasilan itu juga berkat pasokan informasi dari masyarakat. Kita berharap sinergi seperti ini terus berlanjut hingga kasusnya bisa ditekan serendah mungkin. Penyakit sosial harus dikeroyok berjamaah, karena modus dan pergerakannya sudah sedemikian rapi dan canggih.  Di dataran Mbojo, melihat gencarnya kasus yang muncul, mengindikasikan ada medan perang yang membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat untuk memberantasnya.

Ribuan butir Tramadol yang telah disita merupakan ancaman serius bagi generasi saat ini. Dalam dinamika dan mobilitas masyarakat yang demikian tinggi, maka peredaran barang yang merusak mental itu mudah menyelusup hingga ke tengah kamar keluarga kita. Mari mewaspadainya, sebelum terlambat…(*)

 

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait