Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Festival Uma Lengge 2017, Memacu Kreativitas Budaya

Lukisan Ridwan Manantik menandai dibukanya Festival Uma Lengge.

Bima, Bimakini.- Ada pesan khusus saat memulai Festival Uma Lengge 2017 yang dihelat, di Uma Lengge Desa Maria Kecamatan Wawo, Kamis (24/8/2017) malam. Festival ini sendiri akan berlangsung hingga, Minggu (27/8/2017).

Apakah itu? Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs H Abdul Muis, jaga marwah kebudayaan dan terus kembangkan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat sekitar, terutama dalam memacu kreatifitas seni dan budaya.

Tidak hanya itu, katanya, warga diajak untuk memanfaatkan peluang usaha yang ada, seperti menjajakan kuliner khas daerah, busana, cindera mata, dan wisata home stay bagi para wisata, sehingga keberadaan Festival Uma Lengge dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sejalan dengan keinginan itu, terangnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima bertekad mengembangkan serta melestarikan kebudayaan asli budaya yang ada di Kabupaten Bima, terlebih dalam menghadapi era globalisasi. Sejalan dengan itu, katanya, eksistensi kesenian tradional perlu dipacu dengan memberikan ruang dan terus dipromosikan untuk meredam berbagai tantangan, tekanan maupu pengaruh negative budaya asing yang mengikir budaya Bima selama ini.

“Selama ini kita merasakan bahwa event-event pagelaran kesenian yang mengangkat budaya Bima masih sangat terbatas, sehingga perlu terus didorong untuk ditumbuh kembangkan,” ujarnya saat membuka Festival Uma Lengge, Kamis.

Penyembutan oleh Tokoh Adat Wawo.

Hal senada dikemukakan Kepala Desa Maria, Nurdin HM Saleh. Beberapa tahun terakhir ini situs budaya Uma Lengge di Desa Maria bukan saja menjadi magnet bagi bangsa Indonesia, tetapi kini memang menjadi daya tarik sendiri bagi wisata local dan daerah lain bahkan mancanegara.

“Upaya masyarakat melestarikan situs ini karena memang fungsinya sebagai Lumbung dan bermakna sejarah masa lalu, kini dan akan datang,” katanya.

Kondisi ini, katanya, menguntungkan karena sudah menjadi perhatian bagi Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi hingga Pemerintah Pusat. Dia berharap dengan seringnya even seperti ini menggairahkan tumbuhnya ekonomi kreatif pada masyarakat.

Ketua Panitia, M Oland Wardiansyah mengatakan, ini adalah tahun kedua penyelenggaraan Festival Uma Lengge. Kegiatan ini sebagai wujud melastarikan budaya yang ada, khususnya di Wawo. Berbagai kegiatan dijadwalkan untuk

Kegiatan itu ditandai dengan membuka Lukisan Uma Lengge Karya Ridwan Manantik. Hadir sejumlah pejabat, Dandim 1608 Bima, Kepala Imigrasi Bima, Wakapolres Bima Kota, Anggota DPRD Kabupaten Bima dan sejumlah undangan. (BK23)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini. – Tiga Kepala Daerah di Provinsi NTB masing-masing Gubernur Provinsi NTB, Dr H Zulkieflimansyah, M. Sc, Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Ratusan warga Desa Marai dan desa lainnya di Kecamatan Wawo mengikuti pawai budaya sebagai bagian dari Festival Uma Lengge Desa Maria yang...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Festival  Uma Lengge II Tahun 2017 di kompleks situs Uma Lengge Desa Maria Utara Kecamatan Wawo ditutup  oleh Bupati Bima Hj  Indah...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Prosesi tradisi ‘Ampa Fare’di Desa Maria Kecamatan Wawo, merupakan salah satu sesi penting dari Festival Uma Lengge yang digelar 24-27 Agustus 2017. Sesi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Untuk memeromosikan destinasi wisata dapat memanfaatkan sarana digital. Melalui sarana digital, bisa mengenalkan, mendatangkan dan menjual potensi wisata tersebut. Dosen Politeknik Pariwisata...