Connect with us

Ketik yang Anda cari

Dari Redaksi

Sengkarut SMPN 1 Belo

ADA apa dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Belo? Wajah suasana pendidikan seperti apa yang tersuguhkan saat ini?  Hingga kini, konflik internal yang menyergap mereka belum juga tuntas. Proses Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) belum optimal. Memang guru setempat masuk sekolah, namun suasana psikologis-nya belum pulih pascaaksi beberapa waktu lalu. Jelas saja gambaran ini merugikan siswa.  Lepas dari motif dan sumber masalahnya, kondisi belum optimalnya KBM ini suatu tontonan yang tidak layak dijadikan tuntunan. Ironisnya hadir di bilik pendidikan yang sejatinya mencerahkan. Masalah di SMPN 1 Belo ini selayaknya diatensi oleh pihak yang berkompeten. Sangat disayangkan konflik pembagian jam mengajar guru berimbas pada siswa. Ego pendidik tidak boleh diawetkan dan harus segera ada titik temu yang melegakan.

Bagi pihak luar, kasus terbengkalainya  KBM ini memalukan. Menjadi konsumsi publik. Apalagi, ditambah sudah ada beberapa siswa yang meminta pindah. Jika terjadi perpindahan  secara massif, bisa menjadi pukulan telak memalukan bagi internal sekolah. Masalahnya, saat sekolah yang lain sedang giat melaksanakan KBM, justru optimalisasi itu belum terlihat di SMPN 1 Belo.

Kita mengharapkan Dinas Dikbudpora segera melakukan langkah tidak biasanya untuk menyelamatkan siswa. Kondisi sengkarut yang kini mendera harus segera diakhiri, karena tidak berseiringan dengan semangat bersama membangun kualitas pendidikan yang lebih baik. Kontraproduktif bagi hasrat bersama menuju kemajuan pendidikan Belo dan Kabupaten Bima umumnya. Jika langkah penyelesaian dirasakan sudah sedemikian kuat, maka level kekencangannya ditambah lagi agar tidak ada lagi ganjalan. Sudah level persneling berapa sih upaya itu dilakukan?

Memang penyelesaian konflik di SMPN 1 Belo  bukanlah perkara mudah. Tidak semudah membalikan telapak tangan. Dalam konflik yang melibatkan orang banyak, membutuhkan tahapan dam proses untuk mengurainya. Namun, jika faktanya merugikan siswa dan membangun suasana ketidaknyamanan, maka tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Itu potensi rawan bagi keberhasilan KBM yang diimpikan.

Pertanyaan yang layak diajukan adalah apakah menyelesaikan ketegangan dan konflik sosok ‘terdidik dan berpendidikan’ sampai sesulit itu?  Komitmen, rasa tanggungjawab terhadap siswa dan pendidikan di mana? Seberapa lama mesti ditunggu kondisi seperti ini, sedangkan KBM telah diatur menurut jadwal dan targetnya masing-masing. Ada apa dengan SMPN 1 Belo? Sampai kapan kenyamanan suasana terasa hangat lagi di internal pendidik dan melupakan ketegangan antarmereka? (*)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait