Dari Redaksi

Ancaman Komunisme

Foto Oyan: Suasana Nobar film G30S PKI di halaman kantor Desa Darussalam Rabu (20/09) malam lalu.

DINAMIKA ke-Indonesia-an hari ini diwarnai hiruk-pikuk soal paham komunis. Pemberitaan melalui Media Sosial dan televisi kian menghangatkannya. Pembicaraan teman sepeminum kopi dan teh di Bima, misalnya, kini sebagiannya membahas bahaya paham komunis. Masyarakat awam aktif bertanya kepada kaum terpelajar soal isu aktual ancaman komunisme. Mereka juga kuatir anak-anak mereka terjebak pemikiran yang bertentangan dengan nilai Islam itu.

Sinyal kian seriusnya isu bahaya komunis bisa dilihat dari sikap Panglima TNI yang menginstruksikan pemutaran film Gerakan 30 September  Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menghebohkan itu. Untuk mengingatkan masyarakat agar terus mewaspadai bahaya laten komunis yang pernah memberontak pada negara. Kaum muda, sebagai kelompok dominan, harus terus diingatkan agar tidak lalai dan kian cerdas melihat pergerakan sekelilingnya.

Di wilayah Kabupaten Bima, pemutaran film itu di Desa Darusssalam Kecamatan Bolo diminati masyarakat dari berbagai kalangan usia. Selanjutnya jadwal pemutarannya ditunggu saja di wilayah masing-masing.  Ya, pemutaran sejarah langkah tepat untuk membangkitkan kembali derajat penolakan terhadap paham komunis.

Beberapa waktu lalu, di wilayah Kecamatan Palibelo, ada stiker simbol komunis palu dan arit yang ditempel di pinggir jalan perbatasan dua desa. Siapakah yang menempelnya? Adakah itu isyarat bahwa pergerakan mereka memang ada. Apakah mereka sedang bergerak di bawah tanah Bima dan dalam gerak senyap? Apapun jawabannya, maka level kewaspadaan masyarakat dan pemerintah sepantasnya terus ditingkatkan.

Komunisme adalah suatu aliran berpikir, berlandaskan kepada atheisme, yaitu ketidakpercayaan kepada Tuhan. Aliran ini menjadikan materi sebagai asas segala-galanya, maka sering disebut sebagai materialisme. Mereka menafsirkan sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini lahir di Jerman di bawah asuhan Marx dan Indirest, maka kemudian disebut sebagai Marxisme. Kemudian menjelma dalam bentuk revolusi di Rusia pada tahun 1917 M, awal berdirinya Uni Sovyet, dengan planning dari gerakan Yahudi. Lalu berkembang  berekspansi menggunakan tangan besi dan kekerasan. Komunisme selalu menggunakan kekerasan walau kadang memakai demokrasi, namun hanya untuk sarana kalau belum memiliki kekuatan.

Doktrin-doktrin penting soal komunis harus diketahui, sebagai alarm kewaspadaan dini. Masalahnya, paham komunis ini tidak selalu terbuka gerakannya, banyak terselubung. Terutama ketika masih memiliki kekuatan yang sedikit atau lemah. Jadi untuk mengenal komunisme tidak hanya dilihat dari zhahirnya saja, tetapi juga jalan pikirannya. Meskipun seseorang tidak mengaku bukan komunis, tetapi kalau pikiran-pikirannya perilakunya komunis, maka harus diwaspadai.

Nah, mari mewaspadainya, terutama kalangan pemuda Bima. Kelompok komunis pernah berkhianat pada NKRI, melibas ulama dan santri. Menonton film G30S PKI merupakan media untuk memantapkan derajat kewaspadaan dan level penolakan jika aroma komunisme memasuki relung dinamika sosial sekitar. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 24
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top