Dari Redaksi

Suara Kritis Vokasi

Mahasiswa Vokasi Unram Kampus Bima aksi unjuk rasa.

SEBULAN terakhir, ada dua hentakan suara kritis yang menggaung bebas di wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Peternakan Vokasi Universitas Mataram (Unram) Cabang Bima  menyuarakan dua aspirasi  dalam waktu yang tidak berselang lama. Pertama, mereka menggugat soal pungutan dana konsumsi yang dinilai melanggar aturan. Dalam semangat ketentuan, memang pungutan tidak dibolehkan.  Kedua, mahasiswa menuntut penyediaan fasilitas praktikum. Suatu tuntutan yang wajar saja agar kuliah tidak hanya sekadar berbicara teori belaka.

 

Seperti kampus lainnya, dinamika dan geliat para mahasiswa Vokasi Unram Cabang Bima mulai terlihat. Ya, suara kritis mahasiswa memang selayaknya terus berdengung sebagai media penyeimbang agar semua pihak dalam koridor aturan. Semangat aksi yang tanpa anarkis adalah kredit poin.  Memang perlu diingatkan agar mahasiswa menjaga diri dari anarkisme, karena tidak berseiringan dengan nilai intelektualitas.

Munculnya anarkisme di lingkungan kampus, bahkan hingga terjadi kasus pembunuhan, merupakan penodaan serius terhadap atribut kemahasiswaan. Di Bima, beragam kejadian yang merupakan penerabasan terhadap nilai dan identitas sebagai kelompok terdidik, seringkali terjadi. Kita patut prihatin. Nah, kampus mini Vokasi Unram diharapkan menjauh dari tindakan anarkis dan potensi kriminalitas lainnya. Jika memang ada persoalan, jalur dialog merupakan pilihan tepat untuk menyelesaikannya.

Ke depan, mahasiswa Vokasi Unram memang harus tetap bersuara kritis. Ya, dalam hal apa saja. Mahasiswa tidak boleh melempem, membeo, dan kehilangan daya kritis ketika berhadapan dengan setiap lini persoalan. Hanya saja, harus tetap mengedepankan nalar. Hal itu supaya membedakannya dengan preman  jalanan. Dalam bahasa lain, mahasiswa bermain di ranah otak, yang membedakannya dengan preman yang mengandalkan kekuatan otot.

Sikap kritis mahasiswa dalam ketajaman analisis diperlukan untuk menyemai semangat perubahan yang sedang ditanamkan kepada mereka. Tidak saja ‘di dalam kandang, tetapi juga denyut sosial sekitarnya’. Masa kuliah merupakan pengemblengan untuk menyiapkan masa depan. Tidak hanya soal materi kuliah, tetapi juga berorganisasi. Masa kuliah adalah benih untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.

Kita percaya, semangat kritis dalam balutan intelektualitas akan menghadirkan substansi yang objektif dan impersonal. Mengapa? Karena di dalamnya memertimbangkan asas logika dan kemanfaatan. Mahasiswa Vokasi Unram dan kampus lainnya mesti diri kukuh pada titik ini.  Tanpa bermaksud memrovokasi, mahasiswa Vokasi ditagih suara kritis lanjutannya dalam merespons berbagai dinamika perkuliahan dan denyut sosial sekitarnya. Namun, kritis yang terukur, tidak kebablasan, dan dalam semangat bersama memajukan kampus serta daerah Mbojo. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 132
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top