NTB

Motivasi PAUD, Hj Erica Roadshow ke Pulau Sumbawa

Ketua TP PKK NTB, Hj Erica saat menyemangati siswa PAUD di Sumbawa.

Sumbawa, Bimakini.- Guna memberikan motivasi kepada masyarakat akan pentingnya fungsi pendidikan dalam mempersiapkan generasi Emas NTB, yaitu generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter, Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi didampingi Wakil Ketua I, Hj. Syamsiah M. Amin dan sejumlah pengurus PKK lainnya, mengadakan roadshow di Pulau Sumbawa.

Kegiatan roadshow yang diawali dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (10/10/2017) tersebut, selain dalam upaya memperkuat jalinan silaturahim dan sinergi antara PKK Provinsi NTB dengan Tim Penggerak PKK Kaupaten/Kota se-NTB, juga mengunjungi sejumlah PAUD serta meninjau berbagai kegiatan produktif ibu-ibu PKK dan masyarakat dalam membangun keluarga sejahtera.

Setibanya di KSB, Selasa pagi, PAUD pertama yang dikunjungi Hj. Erica dan rombongan adalah PAUD Holistik Integratif (Paud HI) Pariri yang terletak Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang.

Di tempat itu, Istri Gubernur NTB yang juga dikenal sebagai Bunda PAUD ini berdialog dan memberikan bantuan berupa sikat gigi, susu, dan makanan tambahan kepada anak-anak Paud, serta menyerahkan bantuan kepada guru-guru PAUD HI Pariri.

Hj Erica juga membagikan goodie bag yang berisi perlengkapan mandi kepada anak-anak PAUD yang berhasil menjawab pertanyaan.
Kepada para orang tua, guru dan anak anak, Hj. Erica kembali menegaskan bahwa masa depan NTB terletak pada anak-anak semua. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada para orang tua agar selalu memperhatikan asupan gizi anak sehingga anak dapat lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran di sekolah. “Anak yang tidak bisa berkonsentrasi dan malas belajar adalah anak yang kurang gizi. Makanan bergizi tidak perlu mahal. Yang penting diatas meja ada sayuran hijau dan ikan,” ujarnya penuh keibuan.

Saat itu, Hj.Erica juga menyinggung agar semua pihak, terutama para orang tua memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap predator anak. P”redator anak biasanya tidak selalu orang yang jauh, tetapi seringkali orang terdekat,” ungkapnya. “Jadi, ibu-ibu harus hati-hati dalam menitipkan anaknya. Galang persaudaraan, persaudaraan kepada sesama ibu-ibu untuk saling mengawasi anak-anak. Dibutuhkan usaha yang sangat besar untuk mengembalikan korban predator anak seperti sediakala,” ujarnya.

Tidak bosan-bosannya, Istri dari Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) ini meminta guru dan orang tua murid untuk mengawasi anak dari paparan video dan gambar porno.

“Anak yang telah melihat video atau gambar porno korteks otaknya akan rusak. Korteks otak yang rusak efeknya sama seperti orang yang mengalami kecelakaan dan otaknya cidera,” jelasnya.

Hj. Erica juga memohon kepada ibu-ibu yang ingin anaknya tidak kecanduan HP agar mengurangi juga penggunaan HP. “Ibu-ibu harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Mendidik anak bukan hal yang gampang. Jika Allah sudah mempercayakan kita menjadi ibu, maka insya Allah kita bisa menjalankan amanah tersebut,” pungkasnya
Pada kesempatan itu, Ketua TP. PKK Prov. NTB yang didampingi juga oleh Wakil Ketua I TP. PKK Prov. NTB Hj. Syamsiah M. Amin mengajak anak-anak PAUD untuk rajin menggosok gigi dengan cara yang benar. “Ibu-ibu ajaklah anak-anak untuk banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran,” himbaunya.

Sementara Ketua TP. PKK Kab. Sumbawa Barat, Hj. Hanifah Musyafirin selaku Kepala Sekolah Paud HI (BKB HI) Pariri yang didampingi oleh Wakil Ketua TP. PKK Kab. Sumbawa Barat Neni Apriyanti dalam laporannya menyampaikan Paud HI Pariri baru terbentuk 2 Mei 2017. Paud HI Pariri berjumlah 83 siswa, terdiri dari murid TK sebanyak 49 siswa, kelompok bermain 27 siswa, tempat penitipan anak 7 siswa dengan guru berjumlah 13 orang. “Paud HI ini adalah tuntutan dari pemerintah bahwa setiap Kabupaten/kota perlu ada minimal 1 Paud HI. Alhamdulillah, Bupati KSB mendukung pendirian Paud HI ini,” ujarnya. (BK37)

Share
  • 10
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top