Peristiwa

Jatah Pupuk Leu, DIsserahkan ke Petani Ntonggu

Jatah pupuk Ntonggu yang dirampas, diganti.

Bima, Bimakini.- Petani Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo tetap memeroleh jatah pupuk subsidi jenis Urea. Kepastian itu setelah ada kesepakatan pupuk yang dirampas petani Desa leu akan diganti.

Kepala Desa (Kades) Leu, M Taufik, SAg mengatakan, telah menerbitkan surat pernyataan ditujukan pada Direktur UD Rahmawati, perusahaan penyalur pupuk subsidi Desa Leu.

Pengecer di Desa Leu, Junaid Abdullah dan Asiah, telah menerima pupuk subsidi jenis urea dari Distributor CV. Lawa Mori, Kecamatan Madapangga, masing-masing 5 ton atau 100 zak.

“Pupuk yang diambil warga Leu akan diganti oleh UD Rahmawati dalam bentuk pupuk pula. Pupuk tersebut akan disalurkan ke Desa Ntonggu, sebagai pengganti,” jelasnya via telepon, Ahad.

Surat pernyataan itu, sambungnya, turut diketahui petugas Analis Kebutuhan dan Pendistribusian Pupuk untuk wilayah Bolo.

Dia mengatakan, reaksi petani tersebut menyusul desakan terhadap kebutuhan pupuk. “Saya sudah imbau pada warga agar tidak mengulangi hal serupa,” katanya.

Direktur UD Rahmawati, H Ibrahim, membenarkan pupuk yang dirampas warga Desa Leu akan diganti dengan jatah pupuk warga setempat.

Pupuk jatah warga Desa Ntonggu itu akan disalurkan Senin (06/1) berdasar kesepakatan. “CV Lawa Mori tidak mau pupuk yang diambil warga Leu dibayar, tetapi diganti,” tuturnya.

Pemilik CV Lawa Mori, Khaerunisa, menginginkan diganti dengan pupuk. “Petani Ntonggu juga butuh pupuk,” tegasnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top