Ekonomi

Terdesak Kebutuhan Pupuk, Warga Tumpu Blokade Jalan

Aksi warga yang blokade jalan, mendesak kebutuhan pupuk.

Bima, Bimakini.- Kelangkaan pupuk subsidi pemerintah jenis Urea kembali memicu reaksi petani. Kali ini petani di Desa Tumpu, Kecamatan Bolo memblokade jalan setempat, Senin (15/1). Aksi itu dipicu kebutuhan pupuk yang kian mendesak.

Petani memblokade jalan menggunakan baruga, balok kayu, dan bebatuan. Aksi yang dimulai pukul 13.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA. Praktis, selama aksi berlangsung arus lalu lintas macet total.

Warga Desa Tumpu, Alimin Muhtar mengatakan, aksi itu bentuk kekecewaan warga lambannya pendistribusian pupuk jatah desa setempat. Padahal, dibanding desa lain stok pupuk terpenuhi.

“Kita baru disalurkan 10 ton di tahun 2018 ini. Jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan warga,” terangnya.

Sekarang ini, ungkapnya, banyak tanaman petani terancam gagal tumbuh lantaran belum dipupuk. “Ada petani yang sudah memupuk, tetapi mereka beli di kecamatan lain seharga 180 ribu per sak,” ungkapnya.

Mengingat kondisi yang semakin mendesak, warga setempat bereaksi memblokade jalan agar kebutuhan pupuk teratasi secepatnya.

“Kita minta jatah bulan ini didistribusikan semua, bilaperlu jatah bulan berikutnya disalurkan saat ini,” pintanya.

Menurutnya, kebutuhan pupuk petani Desa Tumpu sebanyak 50 ton. “Kita siap memberikan pernyataan supaya jatah berikutnya dikurangi. Kalau tidak, jalan tetap kita blokir,” tegasnya mengancam.

Senada disampaikan, Ma’ani Jakariah. Dia sesalkan lambannya pendistribusian pupuk jatah warga Desa Tumpu.

Dia rela menitip uang pada Ketua Kelompok Tani untuk memeroleh pupuk. “Saya titip uang 300 ribu sudah tiga bulan hingga sekarang pupuk belum juga diterima,” sebutnya.

Pengecer resmi pupuk  subsidi pemerintah Desa Tumpu, Imran, mengatakan selama tahun 2018 baru satu kali jatah pupuk yang didistribusikan sebanyak 10 ton.

“Sebanyak itu untuk memenuhi kebutuhan 17 kelompok dengan luas lahan 375 hektare. Jumlah yang sudah didrop itu jelas belum mencukupi, apalagi saat ini tanaman petani sangat membutuhkan pupuk,” ucapnya.

Selain jatah dimaksud, diakui Imran, ada penambahan sebanyak 10 ton yang diperoleh petani merampas jatah pupuk warga Desa Nggembe.

Kapolsek Bolo, AKP Muhtar HI, SSos, membenarkan aksi blokade jalan di Desa Tumpu. Kata dia, warga meminta distribusi jatah pupuk.

“Kita turun lokasi dan memfasilitasi pertemuan dengan distributor resmi pupuk di Mapolsek Bolo agar persoalan secepatnya diselesaikan,” ucapnya.

Direktur CV Rahmawati, H Ibrahim, mengatakan siap memenuhi permintaan warga itu. Akan tetapi, sambungnya, secara teknis jatah Musim Hujan harus dijumlah dahulu berdasar Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK) desa setempat.

“Kalau kita hitung jumlah yang sudah disalurkan untuk MH ini sebanyak 20 ton. Sedangkan jatah mereka sekitar 90 ton lebih untuk Januari, Februari, dan Maret,” jelasnya.

Pihaknya bisa saja memenuhi kebutuhan pupuk warga setempat, hanya saja secara administrasi harus disepakati bersama oleh Ketua Kelompok dan unsur terkait desa setempat.

“Mereka harus membuat pernyataan bersama kebutuhan bulan berikutnya disalurkan semua pada Januari. Kalau administrasi sudah lengkap, pupuk akan kita salurkan berdasar keinginan warga,” terangnya.

Pantauan wartawan, setelah ada kesepakatan bersama melalui surat pernyataan, distributor menyanggupi salurkan pupuk sebanyak 40 ton untuk warga Desa Tumpu.

“Kita akan salurkan 40 ton, sehingga sisa jatah petani masih 30 ton lebih,” tandasnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 235
    Shares
To Top