NTB

Dari Pesantren, Lahir Bintang-bintang Bangsa

Gubernur NTB, Dr H M Zainul Majdi

Mataram, Bimakini.- Gubernur NTB, Dr TGH. M. Zainul Majdi saat Sarasehan di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, Ahad  (11/2/2018), meyakini bahwa dari dari Pondok Pesantren lah akan lahir generasi cerdas dan berakhlak mulia. Merekaakan menjadi bintang-bintang bangsa atau generasi penerang nusantara di masa yang akan datang.

Di pondok pesantren tidak hanya di ajarkan Bagaimana membaca kitab-kitab bagaimana memahami isi Al-quran dan bagaimana belajar agama yang baik. Namun di pasantren juga diajarkan bagaimana mencintai Indonesia ini dengan setulus hati.

“Pondok pesantren adalah tempat menempa cinta tanah air,” tegas Gubernur dihadapan ratusan santri.

Melihat perjuangan bangsa lanjut TGB, para pejuang kemerdekaan yang menggelorakan semangat perjuangan sebelum tahun 45 lahir, seperti mengusir Belanda, Portugis, Inggris dan Jepang adalah tokoh-tokoh yang lahir dari Pesantren.

Karena itu Gubernur menitip pesan kepada seluruh santri yang hadir dalam sarasan tersebut. Yakni pertama, TGB mengajak seluruh santri untuk senantiasa menghargai diri sendiri, tidak menganggap diri mereka lebih rendah dibandingkan dengan pelajar-pelajar lain.

“Jangan ada dalam pikiran antum semua bahwa kita ini diistilahkan generasi muda yang tidak seunggul yang lain, justru dari ponpes itulah keluar bintang-bintang yang menerangi nusantara,” tegas TGB.

Selain memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, TGB juga mengajak para santri untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya selama berada di pondok pesantren. Yakni belajar dengan sungguh-sungguh menimpa diri. Sebab kalau tidak dimanfaatkan dengan baik maka waktu yang ada saat ini akan berlalu begitu saja tanpa memberikan dampak apa apa.

“Anda saat ini berada pada masa menyerap. Maka serap ilmu itu sekarang. Kalau nanti sudah lewat sudah susah,” pesan TGB.

Terakhir yang disampaikan TGB kepada seluruh santri adalah di pesantren tidak hanya diajarkan tentang Al-Qur’an, tidak hanya diajarkan tentang membaca kitab namun di pesantren diajarkan bagaimana akhlak mulia atau memiliki adab yang baik.

“Apa yang anda lakukan sekarang akan tentukan kalian kelak saat terjun di masyarakat. Kalau sekarang malas tidak fokus. itu akan menentukan masa depan,” ungkap Gubernur. PUR

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 33
    Shares
To Top