Pendidikan

45 Siswa Kecamatan Wera Ikuti Program Perlindungan Sosial

Bima, Bimakini.- Sebanyak 45 siswa di Kecamatan Wera, mengikuti program Perlindungan dan Pertirah Sosial Anak “Sasambo Matupa” dari Balai Sosial Provinsi NTB. Siswa yang mendapatkan kesempatan Pertirahan Anak adalah dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda Desa Oi Tui 25 siswa dan SDN Hidirasa 20 orang.

Mereka dilepas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Salahuddin, SH, M.Si di halaman kantor setempat, Ahad (4/3). Siswa itu akan mengikuti berbagai kegiatan selama sebulan di Balai Perlindungan dan Petirah Anak di Narmada Kota Mataram.

Pembina Program dari Dinas Sosial Kabupaten Bima, Nurul Ansyari, S.ST mengatakan, siswa yang berangkat masing-masing didampingi satu orang guru dan selama kegiatan mereka tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Namun, mereka juga mendapatkan pembinaan khusus untuk kemandirian anak. Apalagi, program itu memang diperuntukan bagi siswa yang bandel, pemalas, kesulitan belajar, manja, dan lainnya.

“Kami berharap dengan program ini ada perubahan sikap dari anak-anak. Di sana juga anak-anak dibimbing mengenai mental, psikologi, keimanan dan ketaqwaan,” ujarnya di kantor Dinas Sosial Kabupaten Bima,  Ahad (4/3).

Tidak hanya itu, kata dia, anak-anak juga dibiasakan dengan kegiatan shalat berjamaah, mencuci pakaian sendiri, mandi sendiri, makan dengan mengambil sendiri, bersih-bersih, dan lainnya. “Alhamdulillah selama ini anak-anak yang ikut program hasilnya sangat menggembirakan. Bahkan, banyak sekolah yang meminta untuk disertakan,” katanya.

Output dari petirahan anak ini, katanya, anak-anak bisa mandiri, tidak lagi manja dan malas. Kebiasaan baik selama kegiatan akan dirasakan oleh orang tua mereka. Termasuk kesulitan belajar mulai bisa diatasi. Bahkan, siswa yang belum bisa baca dan berhitung akan dibimbing khusus selama kegiatan. Mereka yang tidak terbiasa shalat sepulang dari kegiatan rajin shalat, mengaji, dan menghafat doa dan ayat-ayat pendek.

“Saat berangkat seperti ini banyak orang tua menangis dan sedih berpisah dengan anak mereka, tetapi setelah kembali mereka senang dan bahagia melihat perubahan perilaku anak lebih positif,” katanya.

Hal senada dikemukakan Pimpinan Pondok Nurul Huda Oi Tui Kecamatan Wera, Drs H Mahmud. Program ini diapresiasi positif. Siswa  diharapkan menjadi duta Kabupaten Bima dalam program itu. Meski orang tua mereka sangat sulit melepaskan anaknya. Dengan diikutsertakan masing-masing seorang guru, maka keberadaan mereka dalam program itu akan lebih baik lagi untuk kebaikan anak-anak di masa yang akan datang.

“Saya bersyukur siswa MIS Nurul Huda diikutsertakan, semoga yang akan datang diikutkan lagi,” katanya di halaman Dinas Sosial Kabupaten Bima, Minggu. (NAS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 33
    Shares
To Top