Politik

Ali BD Minta Masyarakat tidak Mudah Dibeli oleh Uang

Pasangan Cagub/Cawagub NTB, Ali-Sakti

Lombok Barat, Bimakini.- Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kerap dijadikan oleh sejumlah oknum untuk memanfaatkan bilik suaranya dengan mempergunakan uang. Hal ini pun ditegaskan oleh bakal calon Gubernur NTB Ali Bin Dachlan agar masyarakat menjauhi hal tersebut.

“Jadilah masyarakat yang pintar, jangan menjadi masyarakat yang bodoh. Masyarakat jangan mudah dibeli oleh uang dalam melakukan pemilihan, karena membeli masyarakat itu sama saja menipu Tuhan dan itu sering terjadi di Pilkada,” ungkapnya di saat melakukan kampanye dialogis di Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Ahad (25/3/2018).

Ali Bin Dachlan menambahkan dalam menentukan pemilihan harus dilakukan dari hati. Selain itu, masyarakat juga harus melihat pemikiran sang pemimpin apakah baik atau tidak. Pemimpin yang tepat adalah seseorang yang mempunyai pandangan ke depan untuk membangun Nusa Tenggara Barat.

“Carilah pemimpin yang bebas dari korupsi, pemimpin yang tidak memiliki hobi korupsi. Berpeganglah pada keyakinan yang sudah diajarkan agama. Jika agama kuat maka iman akan kuat dan tanamkanlah tabayun karena ini akan memperkaya diri masyarakat,” tuturnya.

Jika kebiasaan ini dilakukan, maka Ali Bin Dachlan merasa bahwa Indonesia tidak akan pernah berubah. Bahkan yang terjadi Indonesia akan semakin hancur. Selain itu, di dalam Pilkada harus melakukan dengan cara akal sehat bukan mempergunakan cara yang tidak baik.

“Pilihlah pemimpin yang benar-benar memiliki hati untuk membangun wilayahnya, bukan memimpin hanya untuk memperkaya diri sendiri,” tambahnya lagi.

Selain itu, masyarakat juga harus berpegang teguh kepada pemimpin yang menebarkan janji pada masa kampanye sebelum masa pemilihan. Pasalnya, janji kepada masyarakat merupakan amanah dari Tuhan yang harus dijalankan dengan baik.

“Apa yang saya katakan kepada masyarakat adalah apa adanya, karena saya tidak suka berbohong dan jika saya lupa maka dengan tegas ingatkanlah saya ketika menjadi pemimpin di Nusa Tenggara Barat. Saya tidak mau melakukan kebohongan kepada masyarakat, apalagi saya bisa maju bukan dari partai melainkan dari dukungan masyarakat. Masyarakat harus cerdas dan jernih dalam menentukan pilihan,” bebernya lagi.

Hal serupa juga diutarakan oleh TGH Lalu Gede Sakti. Buatnya, apa yang diutarakan oleh Ali BD benar adanya. Dirinya pun mendukung seribu persen dalam memberantas korupsi.

“Korupsi merupakan penyakit masyarakat yang harus dituntaskan, menjadi pemimpin harus memiliki hati yang bersih, bebas dari korupsi. Tentu, hal ini bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (IAN)

Share
  • 22
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top