Peristiwa

Kaget, Nyaris Tersenggol Patwal Lantas, Dua Pelajar Tersungkur

Anggota Sat Lantas saat mendatangi korban yang dirawat di Pustu Panda, Sabtu.

Bima, Bimakini.- Dua pelajar bernama Muhammad Rizkan dan Andriyanti jatuh tersungkur di sekitar depan SPBU Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Sabtu (10/3) sekitar pukul 07.10 Wita.

Dua pelajar tersebut mengalami luka  setelah terjatuh dari sepeda motornya. Mereka kaget mendengar laju mobil Patwal Sat Lantas dari arah belakang, apalagi nyaris menyenggol mereka.

Korban, Muhammad Rizkan mengatakan, saat itu bersama Andriyanti datang dari Desa Ngali, Kecamatan Belo, hendak menuju Kota Bima untuk sekolah. Saat itu tidak bisa mengendalikan motornya, setelah kaget dan nyaris tersenggol.

“Saya kaget tiba-tiba mobil patroli Satlantas melaju dengan kencang hampir mengenai stir motor saya,” ujar dia di Pustu Panda.

Akibat kaget dan panic, sehingga melepas stir motor, hingga bersama rekannya tersungkur. Bahkan mereka teruling di pinggir jalan.

Akibat kecelakaan itu, dia mengalami luka lecet di bagian tangan, kaki dan dahi. Sementara Andriyanti luka lecet di tangan dan pingsang. Beruntung pengendara lain langsung membawa kedua orang pelajar masih menggunakan seragam sekolah itu ke Pustu Panda.

“Saya sesalkan kenapa tidak menghentikan kendaraannya saat kami terjatuh, mereka justru lari kencang menuju Kota Bima,” kata dia.

Tidak lama kedua korban dirawat di Pustu Panda, Anggota Piket Satlantas Polres Bima, Yoga Pratama langsung mendatangi korban dan saat itu sudah ditemani keluarganya.

“Saya mendapat laporan ada korban lakalantas yang dirawat,” jelas dia di hadapan korban dan orang tua.

Kata dia, saat dikonfirmasi terkait kronologis, korban mengaku terlempar bersama sepeda motornya, setelah kaget ada mobil pengawal Satlantas yang datang bersama rombongan dari arah belakang saat menuju Kota Bima.

“Korban mengaku mobil pengawal Sat Lantas itu belum berbenturan dengan sepeda motor atau tubuh korban, karena kaget korban langaung terlempar. Korban mengalami luka lecet dibagian kaki dan badan lain,” ujarnya.

Dia mengakui, pagi tadi ada dua pengawalan. Pertama pengawalan calon gubernur yang kampanye dan pengawalan Tim Polda NTB. “Berdasarkan aturan, kalau pengawalan dan rombongan tidak bisa didekati, seharusnya kendaraan lain berhenti dulu sampai rombongan yang dikawal selesai lewat,” kata dia.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya atas kejadian itu. Karena sedang mengawal, sehingga Mobil Patwal jalan terus. Namun dia tidak tahu mobil pengawal itu dari Polda atau Polres Bima Kabupaten.

“Alhamdulillah orang tua korban sudah menerima kalau kecelakaan ini adalah musibah dan sudah membicarakan secara kekeluargaan dengan kami. Untuk korban sendiri belum punya SIM, kami sarankan agar diurus supaya tidak membahayakan buat pengendara,” pesannya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 109
    Shares
To Top