Peristiwa

Tio, Bocah Lima Tahun Taklukkan Gunung Tambora

Tio dan bapaknya, Arif Rahman.

Bima, Bimakini.- Tidak semua orang mampu mendaki atau menaklukkan gunung, apalagi berhasil mencapai puncak. Namun, tidak bagi Tio (5), bocah asal Kota Bima ini berhasil mendaki sampai puncak Gunung Tambora dengan ketinggian 2851 pada event Teka Tambora 2018.

Tio adalah anak  Arif Rahman, salah satu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bima. Tio bersama bapaknya melakukan pendakian bersama peserta lainnya. Mulai pintu masuk jalur pendakian Oi Marai Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora Senin (9/4) sekitar pukul 09.00 Wita.

Dia berada di tengah-tengah orang yang tidak seusia dengannya. Rupanya, bukan karena diajak atau dipaksa oleh bapaknya, namun murni keinginan sendiri.

“Saya tidak pernah mengajak anak saya untuk naik gunung. Mengikuti kegiatan ini karena kemauannya dan ikut bersama saya,”  ujar Feri, sapaan bapaknya, Selasa (10/4) lalu.

Saat turun dari Pos 4, Tio enggan berkomentar. Saat didesak dengan berbagai pertanyaan pun, tetap memilih diam dan jalan.

“Sejak awal saya kasih tahu keluarga termasuk Tio, akan pergi naik Gunung Tambora mewakili BPBD. Sejak itulah Tio ingin ikut, karena itu keinginannya, sayapun harus memenuhi,” ujarnya sambil membimbing langkah anaknya untuk berhati-hati menapaki jalan menurun.

Fen mengaku, Tio  terlalu kecil  untuk ikut mendaki, apalagi Gunung Tambora tantangannya berat. Tetapi  demi keinginan sang anak, Feri harus bisa melindungi dan menjaga anaknya agar tetap sehat selama berada di Tambora.

“Saya membantu dia hanya di jalur yang tanjakannya menantang sekali, itupun bila dia tidak kuat, tapi kalau jalannya landai saja dia justru lari untuk terus mendaki,” ungkapnya.

Kata dia, untuk menjaga anaknya dari cuaca, membawa perlengkapan seperti tenda, Sleepingbek, Jaket serta sepatu. “Alhamdulillah saat bermalam di Pos 4 tidak ada kendala dialami Tio. Bahkan saat Samit, Tio jalan seperti biasa dengan pendaki lain sampai puncak, saya menggendong dia, karena dia mau dapat membentangkan  Bendera Merah Putih,” jelas dia.

Tidak hanya Feri yang gembira melihat Tio di puncak Gunung Tambora, beberapa pendaki lainnya memuji kehebatannya. Apalagi dengan usia seperti itu berhasil menaklukkan Tambora, Tio menjadi objek foto bersama oleh pendaki lainnya.

“Ketika turun dari puncak, kaki saya keram, justru Tio yang pijit, pendaki lain heran saya ditolong sama anak saya yang kecil ini,” ujar Feri sambil tersenyum.

Pantauan BimaEkspres,  Feri bersama Tio dan sebagian pendaki berada di tengah hutan, sekitar pukul 23.30 Wita. 200 meter di bawah Pos I Gunung Tambora.

Tio tidur di samping Feri. Saat itu, diajak oleh pendaki lainnya untuk turun bersama, namun Arif tidak berani membangunkan anaknya yang sedang tertidur pulas.

Demi keselamatan, karena kondisi sudah larut malam dan cuaca semakin dingin. Tim Evakuasi dari Pol PP Kecamatan Tambora berhasil membujuk Feri dan membangunkan Tio secara perlahan.

Dalam keadaan tertidur Tio digendong bapaknya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 588
    Shares
To Top