Pemerintahan

ADD belum Cair, Rencana Bimtek ke Jakarta Terkendala

Rapat terkait BIMTEK ke Jakarta yang diikuti oleh Kades, Kasi Pemerintahan dan Camat Madapangga, Jum’at (4/5).

Bima, Bimakini.- Hingga kini, pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) belum ada kepastian. Buntutnya, Kepala Desa dan perangkat yang berencana ikut Bimbimngan Teknis (Bimtek) di Jakarta mengalami kendala.

“Mereka mau ikut, tetapi kepastian berangkatnya menunggu dana desa cair. Karena sumber anggaran Bimtek dari dana desa, yakni SPPD kepala desa,” ucap Kasi Pemerintahan Kecamatan Madapangga, Dewi Yuliati, SSTP, dikonfirmasi di kantor kecamatan setempat, Jum’at (04/5).

Sesuai yang tertera dalam undangan, kegiatan itu dimulai pada 11 Mei. “Kalau dana desa cair sebelum tanggal tersebut, mereka akan ikut,” sambungnya.

Dewi mengatakan, setiap Pemerintah Desa yang mengutus wakil, terlebih dahulu wajib menyetor uang sebesar Rp5 juta per orang pada DPMDes Kabupaten Bima.

“Uang sebesar 5 juta itu wajib disetor untuk biaya konsumsi, penginapan, sertifikat dan biaya akomodasi lain selama melaksanakan Bimtek. Uang yang disetor itu belum termasuk biaya transportasi peserta,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Bimtek itu membahas implementasi Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

“Dalam surat, yang mengikuti Bimtek Kepala desa dan BPD. Tetapi, disesuaikan anggaran. Kalau kepala desa berhalangan, bisa mengutus Sekretaris Desa,” jelasnya.

Camat Madapangga, M Safi’i, SH, Map, mengatakan kegiatan itu untuk penguatan kapasitas Kepala Desa dalam memahami UU Tentang Desa.

“Saya ingatkan kegiatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya dan bisa diimplementasikan dalam pengelolaan dana desa,” ucapnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 111
    Shares
To Top