Peristiwa

Aksi Peringati Hardiknas dan Buruh Berujung Ricuh

Aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima yang berujung ricuh.

Kota Bima, Bimakini.- Aksi  demo mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa dan Rakyat (FMR) di depan kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu (2/5) berakhir ricuh. Empat orang diamankan dan satu lainnya mengalami luka di bagian wajah.

Aksi awalnya berjalan aman. Mereka  berkonsentrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Bima dan menyampaikan aspirasi yang sama. Aksi itu dalam rangka memeringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Buruh.

Satu jam setelah aksi berlangsung, kericuhan pun terjadi. Awalnya, hanya ada satu demonstran yang diamankan. Aksi bakar ban yang dilakukan massa aksi saat itu membuat suasa tegang. Aksi kejar-kejaran antara massa aksi dengan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.

Gas air mata terpaksa ditembakkan. Dan tiga orang massa aksi kembali diamankan. Saat itu juga terlihat seorang demonstran yang mengalami luka di bagian wajah. Diduga terkena pukulan dari oknum anggota kepolisian yang berjaga saat itu.

Kasubag Humas Polres Bima Kota, IPDA Suratno SH yang dimintai konfirmasi, membenarkan bahwa aksi demonstrasi dari Front Mahasiswa dan Rakyat berakhir ricuh. Menurutnya, hal itu dipicu adanya tindakan anarkis, yakni melakukan pelemparan terhadap papan baliho di depan kantor dewan oleh demonstran.

“Ada empat orang demonstran yang diamankan dan sekarang sedang dimintai keterangan,” jelasnya.

Sementara Ketua LMND Kota Bima, Fikri mengecam tindakan represif dan premanisme oknum anggota Polres Bima Kota. Fikrim meminta agar Kabag Ops Polres Bima Kota dicopot dari jabatannya. Karena dinilai tidak mampu menjaga nilai demokrasi dan membiarkan anggota bertindak anarkis dan premanisme terhadap massa aksi.

“Segera proses oknum polisi yang memperlakukan demonstran seperti binatang itu. Kami ditarik dan dipukul, bahkan ada anggota kami yang berdarah di bagian jidad,” pungkasnya. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 240
    Shares
To Top