Politik

Bawaslu Provinsi Sumsel Studi Banding di Bima

Kunjungan Bawaslu Sumsel di Panwaslu Kabupaten Bima.

Bima, Bimakini.- Koordinator Devisi SDM Bawaslu Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) didampingi lima Ketua dan Komisioner Panwaslu Kabupaten dan Kota Sumsel hadir di Kabupaten Bima, Senin (07/5).

Kehadiran merera melakukan studi banding di Panwaslu Kabupaten Bima berkaitan upaya penyelenggaraan dan penanganan Pilkada serentak yang aman dan damai.

“Yang hadir studi banding ini adalah Koordinator Devisi SDM Bawaslu Provinsi Sumatra Selatan, Ketua dan anggota Panwas Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Oki, Kabupaten Lahat dan Panwas Kota Parabumuli,” jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah SH.

Lanjut dia, kehadiran Bawaslu dan Panwaslu Kota Kabupaten Sulawesi Selatan itu, bertujuan kunjungan kerja silaturahmi, namun terutama study banding terkait stategis pelaksanaan Pilkada serentak yang damai.

“Mereka melakukan studi banding di Kabupaten Bima terkait pelaksanaan Pilkada serentak, karena Pilkada yang dulu berujung dengan konflik, tapi setelah Pilkada Damai 2015, Kami salah satu penyelenggara yang mampu menghapus asumsi itu,” jelas dia.

Kata dia, di depan mereka, Abdullah memaparkan sejarah kelam yang mencoreng nama baik Kabupaten Bima dalam kontes pesta demokrasi, hal itulah menjadi keingintahuan mereka, sehingga pada saat Pilkada serentak mampu membuat Pilkada yang diharapkan semua pihak.

“Indonesia menempatkan Kabupaten Bima bagian ke dua mendapat julukan sebagai Zona merah setelah Monokwari Papua paska Pilkada 2010, tapi tahun 2015 kami mampu menghapus penobatan itu,” kata dia.

Kata dia, berkat kerja sama dan partisipasi berbagai pihak, Pilkada serentak 2015 untuk menjawab tantangan, pada Pilkada itu diminta agar tidak terulang kembali, sehingga dibuat kesepakatan Pilkada yang paling aman,

“Ada beberapa cara dan tindakan dilakukan, karena di satu sisi, pemahaman tentang regulasi sudah bisa dipahami oleh maayarakat, Regulasi membuat kesepakatan bersama memuat aturan-aturan tidak diatur dala regulasi, setiap ada persoalan Tim penghubunglah yang bertanggung jawab. Itulah strategis kami melaksanakan Piljada sehingga berhasil.” jelas dia. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 30
    Shares
To Top