Politik

Debat Publik Kedua Berlangsung Seru

Kota Bima, Bimakini.- Debat publik kedua Pasangan Calon Wali/ Wakil Wali Kota Bima tahun 2018 berlangsung seru. Debat kali ini berbeda dengan sebelumnya. Dimana, Paslon menjawab dan menanggapi pertanyaan yang sama.

Berbeda dengan debat pertama, ada segmen dimasa Calon Wali Kota Bima saling bertanya dan menanggapi. Juga Calon Wakil Wali Kota Bima mendapat kesempatan yang sama untuk saling bertanya dan menanggapi.

Selain itu, pada segmen penutup, masing-masing Paslon mengungkapkan kelebihan pasangan lain. Meski sempat saling “serang”, namun diakhir acara saling bersalaman dan berangkulan. Suasana itu, membuat debat berakhir dengan aman.

Ketua KPU Kota Bima, Bukhari S Sos dalam sambutannya menjelaskan, debat publik terlaksana atas dukungan semua masyarakat Kota Bima. Karena sudah mampu menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan yang sudah dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Bukhari juga mengajak masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi dengan baik. Penuh senyuman dan saling menghargai.

“Tidak perlu melakukan kampanye yang menyudutkan Paslon lain. Karena itu merupakan embrio munculnya Pilkada yang tidak damai. Terimakasih untuk Paslon yang sudah mampu menjaga konstituen,” tegasnya.

Pantauan, kegiatan debat publik kedua dimulai sekitar pukul 14.00 wita. Berlokasi di Paruganae Convention Hall Kota Bima.

Suasana debat berlangsung seru. Pendukung masing-masing Paslon terus memberikan dukungan untuk jagoan mereka. Kemeriahan lokasi debat terlihat ketika pendukung masing-masing Paslon meneriakkan yel-yel mereka.

Pasangan Manufer yakni H A Rahman H Abidin dengan Hj Fera Amelia SE bersama pendukung tiba di  lokasi debat lebih awal sekitar pukul 13.05 wita. Disusul Paslon Lutfer yakni H Muhamad Lutfi SE dan Fery Sofyan SH sekitar pukul 13.14 wita. Dan Paslon SW Mataho yakni Subhan H M Nor SH dengan Wahyudin tiba di lokasi debat sekitar  pukul 13.35 wita.

Seperti debat publik sebelumnya, moderator debat tersebut adalah Dr H Kadri MSi. Debat kali ini mengangkat tema, membangun daerah dan penyelarasan pembangunan Kota Bima dengan kebijakan provinsi dan nasional.

Kegiatan debat publik diawali dengan tayangan profil masing-masing Paslon. Kemudian menjelaskan tata tertib debat dan mekanisme debat tiap segmen. Sementara lonten materi telah disiapkan oleh tiga tim ahli. Mereka adalah Dr H Muhamad Ali MSi, Jauhar Fajrin  MSc PhD dan Dr H Muhamad Natsir SH M Hum.

Segmen pertama, masing-masing Paslon diberikan kesempatan untuk memaparkan program strategis selama tiga menit.

Paslon nomor urut satu pada kesempatan itu menjelaskan, IPM yang tinggi di Kota Bima diperoleh dari angka harapan hidup dan harapan sekolah yang tinggi. Prestasi lain yang diraih, pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional, angka pengangguran dan kemiskinan semakin turun. Kemudian tata kelola pemerintahan semakin membaik. Ini berimplikasi pada semakin baiknya kehidupan sosial, budaya, politik dan keamanan di tengah masyarakat.

Kemudian mewujudkan penegakan hukum yang tidak pandang buluh. Jika ada yang menerobos lalu lintas akan diberikan sanksi. Untuk pejabat yang tersangkut kasus korupsi, akan diberikan pencopotan.

“Bidang pendidikan, kualitas pendidikan akan di tingkatkan, mendorong percepatan pembentukan universitas negeri di Kota Bima,” jelas Paslon nomor urut  satu.

Untuk Paslon nomor urut dua, program perubahan kebijakan publik yang dilakukan adalah mendorong usaha kecil menengah. Sehingga berbagai jenis usaha dapat tumbuh, mengingat angka kemiskinan mencapia 9,35 persen dan angka pengangguran 9, 8 persen.

Di bidang kesehatan, pelayanan kesehatan terpadu dari bawah ke atas. Mempunyai rumah sakit rujukan. Meningkatkan reward and punishman, tidak mengangkat pegawai dengan upeti.

“Penegakkan hukum jangan tumpul ke atas tajam ke bawah. Harus bisa memberikan teladan, pendidikan karakter harus sungguh-sungguh,” tutur Paslon nomor dua.

Untuk Paslon nomor urut tiga menjelaskan, banyak kebijakan pusat yang tumpang tindih, karena tidak bisa disosialisasikan dengan baik. Seperti pembangunan jalanan Amahami. Kemudian untuk program PKH, ditegaskan tidak bisa diklaim oleh  pihak tertentu karena itu merupaka program nasional.

“Apabila SW Mataho terpilih jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota  Bima, kami akan memberikan sosialisasikan dengan baik, bahwa itu program nasional. Kemudian menyiapkan dana masing-masing Rp 1 miliar untuk 38 kelurahan yang ada di Kota Bima,” ujarnya.

Pada segmen kedua, masing-masing Paslon menjawab pertanyaan moderator. Segmen ketiga, masing-masing Paslon memberikan jawaban dan tanggapan terhadap satu pertanyaan yang sama. Yakni terkait penyalahgunaan narkoba dan tramadol saat ini. Memberikan politik pada pemilih pemula, menanamkan nilai nasionalisme dan anti radikalisme.

Segmen keempat, masing-masing calon wali kota saling bertanya, menjawab dan memberikan respon balik. Sedangkan segmen kelima, masing-masing calon wakil wali kota saling bertanya, menjawab dan memberikan respon balik. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Share
  • 35
    Shares
To Top