Pemerintahan

Pemkot Akui Belum Serahkan Dana Hibah Pacuan Kuda

Syahrial Nuryadin

Bima, Bimakini.- Anggaran kegiatan lomba pacuan kuda tradisional yang digelar di arena pacuan kuda Sambinae, hingga kini masih belum dicairkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Panitia terpaksa patungan untuk mengantisipasi hadiah bagi para juara.

Menanggapi hal itu, Plt Kabag Humas dan Protokol Seda Kota Bima, Syahrial Nuryadin dikonfirmasi via telepon, Senin (14/5) membenarkan jika anggarannya belum diserahkan.

Namun, kata dia, bukan membatalkan penyerahan anggaran tersebut. Karena, dana hibah belum ditantangani Wali Kota Bima yang saat ini masih di luar daerah. “Baru siang ini (kemarin, Red) kembali,” terangnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Event Pacuan Kuda Tradisional yang diselenggaran Pordasi Kota Bima di arena Kelurahan Sambi Nae selama delapan hari berakhir Ahad (13/5). Namun, pemilik kuda kecewa karena hadiah yang dijanjikan tidak sesuai.

Halmawati, pemilik kuda di kelas TK B,  kecewa terhadap hadiah yang diberikan panitia. Sebab hadiah yang diterimanya Rp 1,5 juta untuk juara 5, sementara dalam informasi dan brosur panitia  lebih dari itu.

“Jelas kami mempertanyakan kenapa hadiahnya seperti itu, anggaran banyak dan besaran uang untuk juara sudah di edarkan sejak awal,  tapi kenapa bisa di poting begini,” kata dia.

Dia memerotes panitia,  bukan karena besar hadiah yang diterima, namun tidak konsisten dengan yang dijanjikan. “Kami mau panitia komit dengan kesepakatannya, karena sebelumnya juara 4 hingga 6 setiap kelas akan mendapat 2,5 juta, tapi sekarang beda,” ungkapnya.

Alih Ruzki, pemiliki kuda di kelas OA juga mempertanyakan angka uang dalam amplop yang diberikan panitia. “Panitia ini kok semakin kacau, kenapa Kota Bima semakin tidak jelas pelaksanaan pacuannya, masa dananya banyak hadiahnya hanya 5 juta untuk juara 1,” sesalnya.

Sementara Ketua Panitia Pacuan Kuda Wali Kota Bima Cap 2018, Abduk Haris, ST menjelaskan, Pordasi Kota Bima telah menyelenggarakan event pacuan kuta tradisional ini selama delapan hari. Awalnya aka nada bantuan dana hibah dari Pemerintah Kota Bima sebesar Rp 500 juta.

Dijelaskannya, anggaran itu sangat diidamkan penyelenggara, namun dapat itu belum diterima. Pordasi belum dapat menyerahkan dana itu ke panitia.

“Sebenarnya saya tidak bisa menyampaikan ini, namun karena kondisi dan keadaan, mengharuskan saya sebagai ketua panitia untuk  menjelaskan. Hadiah ini dari swadaya kami sebagai pengurus Pordasi Kota Bima dan Panitia Pelaksana,” ungkapnya.

Haris juga yang berasal dari pengurus Pordasi Kota Bima, meminta maaf kepada panitia serta pemilik kuda. Karena hadiah yang diterima tidak sesuai rencana awal.

“Awalnya rencana kami akan memberikan hadiah kepada kuda juara 1 sebesar 10 juta bahkan bisa lebih dari itu, namun hari ini yang sampai ditangan pemilik kuda yang juara 1 hanya 5 juta,  hadiah uang tunia mulai juara 1 hingga 6 masing-masing kelas murni dari swadaya Panitia dan Pordasi tidak ada sumber lain,” jelas dia.

Kata dia,  pihaknya sudah maksimal untuk mendapatkan dana hibah itu. Namun tidak mengetahui seperti apa proseanya, sehingga sampai saat ini tidak dapat diterima.

“Saya mewakili Pordasi dan Panitia memohon maaf kepada semua masyarakat dan pemilik kuda yang juara atas hadiah yang yang diterima,” pungkasnya.  (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 74
    Shares
To Top