Pendidikan

Peringati Hardiknas di Kota Bima Dirangkai Hari Otonomi Daerah

Upacara Hardiknas di Kota Bima.

Kota Bima, Bimakini.- Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Rabu (02/5), memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dirangkai Hari Otonomi Daerah ke-22 di halaman kantor setempat.

Wali Kota Bima, H M Qurais H Abidin, membacakan sambutan Mendikbud RI. Dalam sambutannya, Mendikbud RI menekankan agar mengingat jasa dan pemikiran bapak pendidikan, Ki Hajar Dewantara.

Wali Kota Bima, H M Qurais H Abidin bertindak sebagai Inspektur Upacara. Peserta upacara dari kalangan pelajar, guru, dan pegawai lingkup Pemkot Bima.

Hadir anggota FKPD Kota Bima, anggota DPRD Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua GOW Kota Bima, pimpinan BUMN/BUMD, perwakilan organisasi pemuda, Kepala Sekolah, pengawas dan Dewan Pendidikan, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Bima, Camat, Lurah, unsur organisasi wanita, serta akademisi.

Diawal sambutan, diceritakan peran Ki Hajar Dewantara yang juga Bapak Pendidikan Nasional. Gagasan dan pemikiran tetap relevan dan menjadi acuan pembangunan pendidikan nasional.

Di antara pandangan dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yakni Panca Dharma, yang bermaksud pendidikan perlu beralaskan lima dasar yaitu kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Selain itu, Kon-Tiga, maksudnya penyelenggaraan pendidikan harus berdasar asas kontiniutas, konvergensi, dan konsentris, dalam arti proses pendidikan perlu berkelanjutan, terpadu, dan berakar di bumi tempat dilangsungkan proses pendidikan.

Tri-Pusat Pendidikan, bahwa pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan, yang kita kenal dengan nama tri pusat, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling berhubungan simbiotis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Berbagai reformasi di dunia pendidikan akan dilakukan, di antaranya dalam hal waktu belajar di satuan pendidikan, pengorganisasian pelajaran dan kegiatan belajar, tugas tanggung jawab dan peran guru dan tenaga kependidikan,” terangnya.

Termasuk, reformasi peran dan tugas Kepala Sekolah sebagai manajer sekolah, komite sekolah dan juga pengawas sekolah.

Reformasi pendidikan pada tataran aksi, ditandai dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN).

“Mari kita singsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi anak cucu kita,” ajak Wali Kota. (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 18
    Shares
To Top