Pendidikan

Tiga Kasek Jebolan INOVASI Raih Penghargaan pada Peringatan Hardiknas

Bima, Bimakini.- Tiga Kepala Sekolah (Kasek) jebolan program kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia di bidang peningkatan mutu pendidikan literasi dan numerasi anak sekolah yang disebut INOVASI meraih penghargaan. Mereka  menyabet juara satu, dua dan tiga, untuk lomba pemaparan visi misi dan program unggulan tingkat kepala sekolah dasar di Kabupaten Bima.

Penghargaan itu diterima pada moment Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Bima, Rabu 2 Mei 2018.

Tiga orang ini merupakan fasilitator daerah program INOVASI, khusus dari program rintisan Gerakan Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar, disingkat GEMBIRA. Mereka adalah Julaikha, S.Pd dari SDN Taloko Kecamatan Sanggar sebagai peraih predikat Kesek terbaik pertama, Rita Handawati, M.Pd dari SDN Parado Wane sebagai peraih juara kedua, dan diikuti oleh Furqan M.Pd dari SDN Wora Kecamata Wera sebagai peraih juara ketiga.

Peraih juara pertama, Julaikha membagikan pengalamannya sebagai kepsek terbaik. Dia mengaku program INOVASI telah mampu memotivasi untuk dapat memberikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam pengajaran khususnya di bidang literasi dan numerasi.

Ide- ide pengajaran yang sebelumnya disebut konvensional diubah menjadi pengajaran yang lebih modern. Hal tersebut membantunya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah di SDN Taloko.

“INOVASI membantu saya menemukan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif sehingga saya bisa terapkan di sekolah yang saya pimpin,” ucap Julaikha bangga.

Sama halnya dengan Julaikha, peraih juara kedua dan ketiga, Rita Handawati dan Furqan turut mengakui bahwa program INOVASI telah memberi pengaruh positif dalam keseharian Rita dan Furqan, begitu akrab disapa, dalam mengemban amanah sebagai kepsek.

Melalui beragam pelatihan yang digelar program INOVASI selama satu tahun belakangan ini, ketiganya berlatih menemukan metode pengajaran baru yang sesuai dengan konteks sekolah dan daerah, dimulai dengan belajar mengidentifikasi masalah dan meramu solusi secara lebih mandiri. Nilai kemampuan siswa di Bima dalam bidang literasi diidentifikasi karena rendahnya kemampuan tidak hanya siswa tetapi juga guru dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sering kali Bahasa ibu digunakan sebagai Bahasa pengantar dalam pembelajaran, sehingga berimbas pada rendahnya nilai ujian siswa, di mana buku paket dan ujian menggunakan Bahasa Indonesia.

Ketiga kepsek berprestasi ini terus ber-INOVASI menciptakan hal-hal baru untuk mengajak para guru secara kreatif dan menarik membawakan pembelajaran di kelas dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Julaikha, Rita dan Furqan menghiasi sekolahnya dengan berbagai media, gambar, dan tulisan berbahasa Indonesia guna membiasakan siswa membaca dan menerapkan Bahasa Indonesia sejak dini. Tidak hanya itu saja, pembinaan rutin kepada siwa setiap sore untuk meningkatkan prestasi juga diakui Rita menjadi sarana tambahan siswa untuk meningkatkan semangat berbahasa Indonesia.

Melalui momentum hari pendidikan nasional, ketiga kepsek berprestasi ini berharap, agar pendidikan di Bima tidak hanya dapat terus progresif dan berkualitas. Tetapi juga memiliki daya saing yang berkompetensi dengan daerah lainnya. Semua elemen pendidikan harus mampu bekerja sama menciptakan generasi emas bermartabat diakui mereka.

“Karena berprestasi tanpa akhlak tidak ada gunanya, maka mari kita sama-sama memotivasi diri sendiri untuk menciptakan generasi yang hebat,” ungkap Furqan. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 88
    Shares
To Top