Peristiwa

Pantai Lariti jadi Pilihan Libur Lebaran

Bima, Bimakini.- Pantai Lariti, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima masih menjadi pilihan untuk mengisi libur lebaran 1349 H. Meskipun diharii pertama, Jumat (15/6/2018) cenderung minim pegunjung, karena masih bersilaturrahmi dengan ketrabat.

Di hari pertama, diperkirakan sekitar 100 pengunjung datang dan pergi menikmati suasana di pantai yang dikenal dengan laut terbelah ini.

Mereka umumnya datang bersamaan dengan silaturrahmi keluarga di Kecamatan Sape dan Lambu. Sepertii halnya, Tasrif, datang bersama anak dan istrinya di  pantai Lariti, Jumat sore.

Saaat datang,  dapat melihat air terbelah dan bisa berjalan hingga ke Pulau. Kunjungannya karena bersamaan dengan silaturrahmi dengan keluarga.

Pedagang di  pantai Lariti juga membenarkan, dihari pertama masih sepi. Namun dihari kedua dan berikutnya diperkirakan akan ramai. “Pengunjung belum ramai, karena masih berkunjung ke rumah keluarga untuk silaturrahmi,” ujarnya, Jumat.

Tidak hanya dari Bima yang  datang berkunjung, ada juga dari Bandung, Jawa Barat. Seperti halnya Devi dan Fera datang berlibur bersama suami.

Mereka mengaku penasaran dengan pantai tersebut, karena selama ini mendengar cerita saja. Beruntung saat datang dapat melihat air sudah terbelah dan  bisa berjalan mendekati pulau.

Meskipun, saat mereka datang air sudah surut jauh. Meski demikian dapat mengabadikan momen di lokasi itu.

Pantauan Bimakini.com, dihadiri kedua lebaran, Sabtu (16/6) pantai Lariti terlihat ramai. Kendaraan roda dua dan empat berdatangan sejak pagi, seolah tidak putus.

Ada yang mengenakan mini bus dan bak terbuka.  Namun, sayang air laut dihahari kedua tidak surut cepat di sore harinya.

Pantai ini telah menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. Apalagi sudah ada sejumlah fasilitas, seperti kamar mandi dan mushalla. Juga banyak pedagang, sehingga pengunjung tidak perlu kuatir.

Kini jalan menuju pantai Lariti mulai dibenahi. Saat ini sedang pengerjaan jalan dengan pasir dan batu. Sempitnya jalan, membuat kendaraan yang berpapasan harus hati-hati, karena jalan meninggi. Ada juga kendaraan yang slip ban. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top