Ekonomi

Duh, Tanaman Jagung di Woha Mulai Layu, Gagal Panen Mengancam

Kondisi tanaman jagung yang mulai layu.

Bima, Bimakini.- Petani jagung di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, terancam gagal panen. Kondisi tanaman jagung mulai layu, karena musim kemarau.

“Beberapa hektar tanaman jagung milik masyarakat terancam gagal panen, karena kekeringan setelah dilanda musim kemarau dalam beberapa bulan ini,” kata Ruslan, petani di Desa Donggobolo, Kecamatan Woha, Jumat (13/7).

Dikatakannya, petani jagung  di tempat lainnya  juga mengalami hal serupa. Semua kuatir  akan gagal panen tahun ini.

“Hampir semua petani jagung di Kecamatan Woha alami kekeringan, kami khawatir jagung belum cukup umur ini, gagal saat panen karena kurang diairi,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Hendra, petani jagung di Desa Risa. Saat ini petani kwalahan mengairi tanaman jagung, sebab mata air sudah kecil, sementara petani banyak membutuhkan air.

“Tidak hanya petani jagung yang khawatir gagal panen, petani bawang juga demikian, mereka kesulitan mengairi tanaman bawang, sementara jenis tanaman tersebut membutuhkan banyak air,” katanya.

Dia juga mengaku, jangankan jenis tanaman yang alami kekeringan, kulit manusia juga berpengaruh terhadap musim kemarau seperti ini. “Bukan hanya tanaman jagung mengalami kekeringan, tetapi kulit manusia juga kering, karena panasnya matahari disertai angin kencang,” sebut warga ini.

Ridwan, petani lain mengatakan, semua jenis tanamam saat ini, mengalami kekeringan selama hampir sebulan. Semua akibat musim kemarau beberapa bulan terakhir. “Sudah dari pertengahan puasa, tidak ada hujan di desa kami. Sehingga perkembangan jagung tidak normal,” katanya.

Ridwan meminta pemerintah membangun embung dan sumber air lainnya agar petanian di Woha bisa mengairi tanaman. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 80
    Shares
To Top