
Kades Kara, Fuadi H Yusuf
Bima, Bimakini.- Kepala Desa Kara, Kecamatan Bolo, Fuadi H Yusuf melarang kendaraan bermuatan berat melintas di desa setempat. Larangan itu setelah adanya rencana pengalihan arus oleh Sat Lantas Polres Bima Kabupaten saat pawai budaya HUT ke-378 Bima, Rabu.
Fuadi meminta kepada Satlantas dan Dinas Perhubungan agar melarang kendaraan muatan berat melewati jalan lintas desa setempat. Karena kelas jalan di desa setempat belum mampu menahan beban terlalu berat.
“Selain jalan tidak memenuhi standar untuk dilintasi kendaraan muatan berat. Banyaknya gorong gorong dan deker ukuran kecil dikuatirkan akan ambruk,” ujarnya, Ahad.
Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah dan jajaran kepolisian agar menggunakan jalur lain yang dianggap mampu menahan beban berat.
“Kendaraan roda enam seperti fuso dan truk muatan berat. Kiranya dialihkan ke jalur lain mengingat jalan desa setempat yang baru dilakukan pengaspalan dan masih tahapan pemeliharaan,” terang Kades.
Kata dia, bukan tidak mendukung program pemerintah, untuk pawai budaya, Namun pertimbangan kerusakan jalan.
“Jalan akan digunakan oleh semua masyarakat selama bertahun tahun. Sedangkan pawai budaya hanya satu hari,” tuturnya.
Dia menjelaskan, jalan lintas desa setempat masih labil untuk digunakan oleh kendaraan muatan berat, apalagi baru dilakukan pengaspalan. Selain itu dikuatirkan tanah akan longsor, sehingga menimbulkan kerusakan jalan.
“Jalan lintas desa setempat belum memiliki bahu jalan. Dikuatirkan terjadinya longsor jika dilewati kendaraan muatan berat,” ungkap Kades Kara.
Dia berharap kepada pemerintah dan jajaran kepolisian agar tidak salah faham terkait permintaannya itu. Yang jelas terkait pemerintah untuk melaksanakan pawai budaya di Bolo, sangat kita dukung.
“Kita sangat respon dengan adanya kegiatan pawai budaya. Dan siap untuk meramaikannya,” pungkasnya. (YAN)
Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.
