Politik

Mi6 : Striker Politik Udayana akan Menguji Pemimpin Baru NTB

Bambang Mei F dan Lalu Athari.

Mataram, Bimakini.- Pascakemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur NTB, Zul-Rohmi dalam Pilgub NTB 2018 bukan menunjukkan berakhirnya perjuangan. Mi6 menduga akan terjadi konfrontasi  dan barrier politik, khususnya di parlemen Udayana  (DPRD Provinsi NTB, Red). Ini  akan menjadi batu ujian berikutnya bagi kekuatan politik Zul-Rohmi selama 5 tahun ke depan.

Hal ini, menurut Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, terkait dengan koalisi ramping yang diusung Zul-Rohmi, yakni Demokrat dan PKS sebanyak 14 kursi. Mereka   harus menghadapi hegemoni faksi-faksi politik yang ada di parlemen Udayana yang berjumlah 41 kursi.

Sebagai partai yang kalah di Pilgub NTB 2018 tentu kekuatan parpol di Udayana akan memainkan sejumlah manuver politik guna menaikkan  posisi tawarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, seandainya hal itu terjadi. Mesin  politik Zul-Rohmi di DPRD NTB   tidak boleh lengah dan Baperan dalam mengatasi dan mengantisipasi serangan politik.

Tetap memainkan politik  bandul berimbang  mengatasi manuver politik konfrontasi merupakan salah cara menjaga soliditas internal agar tidak mudah dikoyak-koyak berbagai kepentingan politik itu.

Bambang mengatakan, pascapelantikan Zul-Rohmi kelak, diduga akan menjadi titik krusial mendapatkan legitimasi politik dan hukum di parlemen. Terutama  terkait Renstra Lima tahun pemerintahan Zul-Rohmi memimpin NTB.

“Mi6 menduga pertarungan politik di DPRD NTB akan mengemuka dan berlarut-larut jika pendekatan  management konflik yang dilakukan tidak memahami maksud,” ujar Didu -panggilan akrab Dir Mi6 .

Dengan konfigurasi blocking politik yang minoritas di parlemen, Zul Rohmi akan banyak melakukan serangkaian kompromi politik dalam upaya melakukan penetrasi politik yang dihadapi. Hal ini agar stabilitas politik tetap kondusif sekaligus sebagai filter politik Zul Rohmi.

Meski demikian lanjut Didu jaring pengaman yang akan dimainkan oleh kelompok politik Zul-Rohmi di Udayana akan mengalami hambatan. Itu  jika pucuk pimpinan Parpol cuek bebek dan mengabaikan upaya upaya moderasi politik Zul Rohmi.

“Dengan hanya 14 kursi di parlemen , stabilitas politik Zul Rohmi rentan dimainkan oleh koalisi hegemoni parpol Udayana,’ tambah Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlullah, SE.

Kata Athar energi politik Zul-Rohmi akan terkuras menghadapi politik konfrontasi. Bisa jadi akan dimainkan  menguji ketangguhan stamina pemimpin baru NTB. “Striker- striker politik Udayana tentu siap menguji dan mengajak Zul Rohmi mengikuti permainan yang diinginkan,” tambah Athar.

Lobby Politik

Sekretaris Mi6  menengarai parpol yang kalah dalam Pilgub NTB akan makin intensif menjalin koalisi politik di parlemen Udayana untuk menekan kekuatan politik Zul Rohmi dengan berbagai isu politik yang akan dimainkan. “Diduga  isu-isu politik krusial akan dijadikan bargainning secara taktis,” lanjutnya.

Sementara itu, Didu memprediksi jika manuver politik yang dilakukan ini berlangsung masif dan terskenario dengan cantik. Bisa jadi organ  politik Zul Rohmi di parlemen akan  frustasi dan lelah melakukan tangkisan. “Celakanya lagi seandainya  parpol pendukung Zul Rohmi tidak solid dan mudah dipecah belah,” ungkapnya.

Terakhir Direktur Mi6  menyarankan guna mengantisipasi perluasan isu yang melemahkan citra baik Zul-Rohmi. Maka Pemimpin Baru NTB itu  harus  tetap intensif membangun komunikasi atau lobby  politik yang elok, khususnya dengan para pimpinan parpol agar situasi politik tetap baik dan saling memahami posisioning.

“Model  pendekatan politik yang akan  dilakukan Dr Zul dan Sitti Rohmi adalah kunci mengatasi ekskalasi problem politik yang seandainya kelak mengemuka,” bebernya. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 1
    Share
To Top