Politik

MY Institute Survey Parpol yang Disukai Pemilih NTB

Kota Bima, Bimakini.- MY Institute, baru saja menyelesaikan survei terkait Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Survei tersebut dilaksanakan sejak awal Juni hingga Juli 2018. Bertemakan, “Perbandingan antara Popularitas Partai Politik dengan Tingkat Kesukaan Masyarakat NTB terhadap partai tersebut”.

Direktur Eksekutif MY Institute, Miftahul Arzak Sikom MA menjelaskan, survei MY Institute menggunaakn metode multistage random sampling. Dengan margin of error 2,6 persen, tingkat kepercayaan 95 persen dan mendapatkan 1200 responden. Tersebar di seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat.

Sebagai calon legislatif menurutnya, seseorang perlu memahami peta perpolitikan di kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Barat. Ada banyak yang bisa dibaca dari hasil survei tersebut.

Namun, ada dua hal yang perlu digaris bawahi, karena cukup signifikan. Pertama, jika melihat tingkat popularitas dengan tingkat kesukaan masyarakat NTB terhadap partai politik, yang paling signifikan adalah Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P).

Popularitas PDI-P berada pada urutan ketiga, sedangkan pada tingkat kesukaan masyarakat pada urutan kesepuluh. Apalagi melihat pergerakan politik nasional, saat ini partai-partai politik saling berebut simpati masyarakat.

“Semua bukan tanpa sebab. Pada survei MY Institute sebelumnya, tingkat keterpilihan seorang pemimpin dengan membawa isu agama hampir dipilih lebih dari setengah pemilih di NTB,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu

Kedua, selain partai yang masuk dalam 5 besar, partai yang telah menduduki kursi parlemen, yang menarik diamati juga adalah partai-partai yang baru akan mengikuti pertarungan 2019 nanti. Dari keempat Partai Politik yang baru bertarung, suara Perindo cukup tinggi dan konsisten.

Sedangkan ketiga partai lain, yakni PSI, Partai Garuda dan Partai Berkarya, perlu menyusun strategi untuk meningkatkan popularitas partai, hingga April 2019 mendatang.

Miftahul Arzak menambahkan, semuanya serba dinamis hingga April 2019 mendatang. Terlebih, beberapa waktu lalu masyarakat NTB diterpa dua situasi politik yang dapat mempengaruhi peta perpolitikan di NTB. Pertama, keputusan Tuan Guru Bajang (TGB) untuk keluar dari Partai Demokrat. Kemudian, Kunjungan Kerja Presiden RI, Joko Widodo di NTB yang tidak dapat dipisahkan dengan muatan politik.

“Dalam survei ini pun, kami hanya melihat popularitas partai dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap partai tertentu, bukan mensurvei calon legislatifnya,” tegasnya.

Namun, perlu dipahami juga, partai merupakan pakaian bagi calon legislatif. Ada beberapa masyarakat yang menilai seseorang dari pakaian dahulu baru isi hati. “Itu yang perlu dipahami oleh para calon,” pungkasnya. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 7
    Shares
To Top