Peristiwa

Berjuang, Lolos ke Australia, Akbar Diacuhkan Pemerintah

Muhammad Akbar

Bima, Bimakini.- Muhammad Akbar, pemuda asal Desa Samili, Kecamatan Woha, telah berjuang untuk dapat lolos sebagai duta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Tahun 2018 ke Australia. Program ini lebih dikenal “Australia Indonesia Youth Exchange Program” (AIYEP). Akbar sudah meminta dukungan ke Pemprov NTB, namun tidak yang menggembirakan. Pemkab Bima juga tidak memberi respon menyenangkan.

Akbar sendiri adalah Sampela Mone Tahun 2015. Namun, perjuangnya menuju negeri Kanguru tidak mudah. Pasalnya, tidak ada dukungan berarti dari Pemerintah Daerah (Pemda), baik Provinsi NTB maupun Pemkab Bima.

Akbar hanya membutuhkan apresiasi dan ajang ini bisa dimanfaatkan bagi daerah untuk memeromosikan budaya. Karena Akbar akan bertemu dengan banyak pemuda Negara lainnya. Minimal souvenir, plakat, kain tenun khas daerah Bima, sebagai bahan promosi wisata daerah di Australia nanti.

Akbar mengaku, mewakili pemuda  Bima dalam ajang Internasional. Sewajarnya ini menjadi kebangaan bagi daerah. Karena tidak hanya mewakili Kabupaten Bima, tetapi juga Provinsi NTB bahkan Indonesia.

Saat ini, kata dia, dirinya sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan menuju Jakarta, Jumat (21/9). Selanjutnya menuju Australia pada awal Oktober mendatang.

Untuk itu, dirinya berharap bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah, agar kegiatan ini dapat bernilai lebih di Australia nanti. “Saya sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Karena pada prinsipnya akan membawa nama Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Ini juga bisa menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk dapat berkiprah diajang internasional. Namun, jika tidak ada  dukungan dari pemerintah, maka  dapat menurunkan motivasi. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 1.6K
    Shares
To Top