Opini

Gubernur Baru, Momentum Menjaga Optimisme

Oleh: Syafruddin

Hari ini, Rabu (19/09/2018) NTB sudah resmi memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Yaitu, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah. Terpilihnya kedua putra terbaik NTB ini menjadi sejarah bagi masyarakat NTB. Di samping memiliki Wakil Gubernur perempuan pertama dalam sejarah kepemimpinan NTB. Daerah ini juga memiliki Gubernur dari kalangan etnis minoritas di NTB, suku Samawa, yang dipilih langsung oleh masyarakat.

Namun, sejak dilantik oleh presiden hari ini atau bahkan sejak terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada Pilkada serentak lalu, kedua sosok ini tidak lagi memakili masing-masing suku asalnya. Atau memperjuangkan kepentingan masing-masing golongan yang ada. Namun, kedua Doktor ini akan menjadi duta masyarakat NTB, sekaligus menjadi penggerak tonggak sejarah pembangunan NTB ke depan. Mulai dari ujung Sape hingga Ampenan.

NTB saat ini telah memiliki momentum bagus di kancah nasional atupun internasional. NTB tidak lagi menjadi daerah yang eksklusif, terpisah dari yang lain, yang kalau orang membahasnya akan tutup buku. Tidak! NTB saat ini telah diletakkan pada momentum tepat oleh Gubernur NTB sebelumnya, Dr. TGH. M. Zainul Majdi selama 10 tahun. Sehingga NTB saat ini telah bertransformasi menjadi sebuah kawasan yang ‘seksi’ untuk dibahas dan dikembangkan. NTB, dengan jumlah penduduk kurang lebih 5 juta jiwa, telah menjadi center of attention bagi siapa saja.

Bahkan saat ini, NTB memiliki warisan tak ternilai yang telah digagas dan dicetus oleh para pemimpin kita sebelumnya, yaitu optimisme dan kolektivitas membangun. Kedua sikap ini menjadi harta tak ternilai untuk terus menjaga momentum kemajuan NTB di masa yang akan datang.

Para pemuda NTB saat ini telah memiliki semangat dan kepercayaan tinggi menatap masa depan. Hal ini berbeda dengan puluhan tahun silam. Dimana masyarakat NTB pesimis, tidak percaya diri, bahkan kalau diumpamakan dengan istilah, ‘hidup segan mati tak mau’. Sebuah gambaran yang mencitrakan ketidakmampuan merubah mindset dan perilaku menatap masa depan.

Namun, mindset itu sudah berlalu dan sudah menjadi catatan sejarah bagi perjalanan NTB hingga detik ini. Kini, masyarakat NTB sudah semakin sadar bahwa hidup dalam lubang pesimisme tidak akan pernah berwujud pada kebaikan. Sebab, sikap pemisme akan melahirkan sejuta alasan untuk tidak mau berbuat dan berkreasi. Sebaliknya, optimisme akan menciptakan sejuta alasan untuk berbuat dan meraih kesuksesan.

Maka, Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Zul-Rohmi menjadi momentum terbaik untuk terus menata dan meniti kehidupan masyarakat NTB yang lebih baik. Tidak hanya persoalan makro atau yang nampak kasat mata. Namun hal-hal yang mikro yang tidak terjangkau oleh penglihatan manusia, menjadi catatan penting untuk menjaga optimisme masyarakat.

Menjaga optimisme masayarakat jauh lebih penting ketimbang menjaga infrastruktur yang ada. Sebab, kesadaran masyarakat, sebagai bagian dari optimisme itu, akan menjadi modal untuk menjaga seluruh infrastruktur yang telah dibangun. Bahkan infrastruktur yang belum terbangunpun akan disulap menjadi sesuatu yang nampak dan nyata.

Berbeda halnya kalau optimisme itu hilang dari catatan pemimpin. Kemudian infrastruktur menjadi kebutuhan penting. Maka, yakinlah keindahan infrastruktur itu tidak akan bertahan lama. Karena tidak ada yang menjaganya. Yang ada adalah sikap apatis dan primordialisme yang berkembang.

Terpilinya dua doktor yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan ini, menjadi istimewa. Sebab, para pemuda NTB akan semakin optimis merubah perilaku, tutur kata dan pemikiran mereka melalui pendidikan yang lebih baik. Kedua doktor ini tentu telah menyiapkan segudang ilmu dan pengalaman untuk meneropong potensi pemuda NTB untuk menjangkau dunia-dunia yang selama ini belum tersentuh, yaitu pendidikan dan jaringan ke luar negeri.

Pendidikan dan Jaringan ke luar negeri ini menjadi penting agar para pemuda NTB mampu bersaing. Mampu meletakkan diri sebagai sosok yang disegani dan memiliki ilmu yang mumpuni. Dan tidak kalah pentingnya lagi adalah meletakkan diri sebagai sosok pewaris optimisme bagi generasi-generasi hebat NTB di masa yang akan datang.

Selamat untuk Doktor Zul-Doktor Rohmi, selamat untuk masyarakat NTB. Selamat menjemput kemajuan-kemajuan yang mengejutkan di masa yang akan datang. Gubernur baru, momentum menjaga optimisme. (*)

Penulis adalah Penerjemah Gubernur dan Wakil Gubernur NTB

Share
  • 67
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top