Peristiwa

Aksi Demo Honorer K2 Diwarnai Kericuhan

Bima, Bimakini.- Aksi demo yang dilakukan ratusan honorer K2 di Kabupaten Bima, Selasa (30/10) sempat diwarnai kericuhan.  Perkelahian  terjadi saat petugas BPBD Kabupaten Bima hendak menyalurkan bantuan air bersih ke Palibelo menggunakan kendaraan. Namun, dihadang oleh sejumlah pendemo.

“Kami sudah minta ijin agar diberikan jalan, karena jadwal kami memberikan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya salah seorang petugas BPBD.

Dia mengaku emosinya tidak terkontrol, karena dicacimaki dengan kata-kata kotor. Bahkan mau dilempar menggunakan batu.

“Kami ditarik turun dari mobil tangki tersebut, bahkan didorong dan dilayangkan pukulan kepada kami berdua, sehingga saya melawan,” kata petugas BPBD yang enggan sebutkan namanya.

Salah seorang pegawai, Muhaimin, membenarkan adanya perkelahian antara pendemo dan petugas BPBD. “Iya berkelahi karena petugas mobil tangki dihadang oleh pendemo, bahkan sudah saling pukul,” kata dia.

Pantauan BimaEkspres, massa Honorer K2 mendobrak pintu masuk Kantor Bupati Bima. Mereka menutup jalan supaya kendaraan tidak bisa keluar.

Beberapa mobil yang keluar dihadang, bahkan beberapa pendemo memegang batu, hendak melempari.

Karena mobil tangki BPBD akan memberikan bantuan, sehingga Polisi dan Pol PP mengawal hingga ke jalan utama. Namun sekitar 10 meter dari jalan, kembali dihadang dan ditarik keluar.

Beberapa petugas dan pendemo saling pukul, bertuntung tidak membias, karena cepat diamankan Polisi dan Pol PP.

Sementara itu, Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) K2 Kabupaten Bima, Faridanuryanti, SPd, mereka yang hadir dari 18 kecamatan. Mereka meminta agar bupati peduli dengan nasib mereka.

Kata dia, honorer yang ada saat ini menjadi korban  dan dimarginalkan oleh pemerintah. Untuk itu, mereka mendesak agar Bupati Bima mendorong revisi UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, karena sejumlah pasal diskriminatif.

Mereka juga meminta pemerintah menghentikan perekrutmen CPNS tahun 2019, hingga semua honorer K2 tuntas diangkat menjadi ASN.

“Jika tidak, honorer K2 akan menggugat Pemda Kabupaten Bima, Karena memarjinalkan honorer kategori II, FHK2 tidak akan berhenti sampai disini, akan menghadap hingga istana kepresidenan,” ujarnya.

Dikatakannya, hasil rapat di Pusat, Kabupaten Bima terbanyak honorer. Karena banyak titipan pejabat, sehingga honorer terus bertambah. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 216
    Shares
To Top