Pendidikan

Workshop Literasi Dasar Gugus Woha, Bantu Atasi Masalah Kelas

Workshop Literasi Dasar Gugus Woha di SDN Samili, Senin.

Bima, Bimakini.- Program Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia – INOVASI –untuk Anak Sekolah Indonesia, terus membantu guru-guru dalam mengatasi masalah di kelas, khususnya literasi dasar. Senin (1/10/2018) INOVASI menggelar Workshop Literasi Dasar untuk Gugus Woha yang diikuti 28 peserta dari 7 sekolah.

Kegiatan yang  berlangsung di SDN Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima ini, sebagai rangkaian Program GEMBIRA (Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar). Dalam pertemuan tersebut,  kepala sekolah dan guru,  berbagai pengalaman dalam mengatasi masalah kekurang mampuan siswa kelas 1 hingga 3 dalam literasi.

Berbagi pengalaman itu dirasakan sangat positif oleh guru lainnya, sehingga memberi solusi, bagaimana inovasi dalam pembelajaran kelas. Seperti yang dirasakan Sri Maryati, guru SDN Sari Kalampa.

Dia mengaku baru pertama terlibat dalam kegiatan INOVASIdan merasa senang. Karena dalam kegiatan Workshop tersebut, guru-guru juga berbagi pengalaman, agar siswa cepat  pandai memahami, membaca dan menulis.

“Saya juga mengalami kendala dalam kelas. Dengan pertemuan ini, saya sudah memiliki gambaran tentang cara mengatasinya,” ujarnya.

Sri mengaku setidaknya sudah memiliki tambahasan  wawasan dalam pengembangan literasi kelas. Bahkan, dapat memanfaatkan sarana yang sederhana.

Kepala MIN Samili, Musti, SAg, menilai literasi sangat penting bagi kelas awal 1- 3. Maka,  guru harus mengetahui apa yang harus dilakukan, agar siswa dapat membaca dan menulis.

Untuk siswa kelas awal, kata dia, penting memberikan contoh langsung, sehingga cepat dipahami. “Artinya menanamkan konsep, agar cepat diterima,” ujarnya sembari memberi beberapa contoh kepada guru lainnya, bagaimana pembelajaran literasi dan numerasi di kelas awal.

Sementara itu, Fasilitator Daerah (Fasda) GEMBIRA, Ramli, mengaku sedang dengan pertemuan tersebut. Pasalnya, kepala sekolah dan guru terlihat bersemangat. Meski pertemuan hanya dalam beberapa jam, namun sudah memunculkan gairah mengubah paradigm dalam kelas.

“Guru-guru sebenarnya sudah memiliki gambaran dalam pengelolaan kelas, hanya saja belum mempraktekkannya,” ujarnya.

Setela pertemuan ini, kata dia, aka nada kegiatan pendampingan di sekolah-sekolah. Termasuk melakukan test kepada siswa minimal 10 orang di sekolah itu. tujuannya untuk melihat bagaimana guru dalam mempraktekkan pengalaman mengajarnya. “Jika ada kekurangan akan dievaluasi dan ditingkatkan kembali,”  ungkapnya.

Kegiatan ini, kata Kepala SDN Risa ini, mendorong bagaimana siswa kelas 1 hingga 3 tuntas membaca. Karena kelas enam sendiri masih ditemukan ada yang sulit membaca. “Maka Program INOVASI ini untuk membantu kemampuan literasi,” jelasnya.

Literasi sendiri,  kata Ramli, keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Juga  keterampilan individu dalam mengelola dan memahami informasi. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 19
    Shares
To Top