Pendidikan

Berkelahi dan Bawa Parang, Dua Siswa SMKN 2 Bima Dikeluarkan

Kepala SMKN 2 Bima, Fathurrahman Abubakar

Bima, Bimakini.- Dua siswa SMKN 2 Bima dikeluarkan, karena  terlibat perkelahian dan membawa senjata tajam. Karena membahayakan warga sekolah, sehingga dua siswa kelas XII itu diberi sanksi berat.

Kepala SMKN 2 Bima, Fathurahman, ST membenarkan telah mengeluarkan  dua siswa tersebut. Mereka terlibat dalam perkelahian dan dianggap melanggar ketentuan sekolah.

“Benar kami putuskan mengeluarkan dua siswa, karena berkelahi dan membawa parang,” ungkapnya di SMKN 2 Bima, kepada BimaEkspres, Jumat (2/11).

Kata dia, dua siswa tersebut sudah terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN). Namun, status keduanya tidak bisa dipertahankan, karena dianggap mengancam keselamatan warga sekolah.

“Siswa itu satu dari Desa Talabiu dan Desa Soki, kami harus menjaga sekolah dan warga supaya tidak terancam,” katanya.

Tidak hanya dikeluarkan, kata dia, tapi data dua siswa tersebut sudah dihapus dari Dapodik. Meski demikian bertanggungjawab untuk mencarikan sekolah lain.  “Mereka sudah dipindahkan di sekolah lain, tidak lagi sekolah disini,” ujarnya.

Kata dia,  jika dua siswa ini tidak dikeluarkan, maka akan berpotensi melibatkan siswa lainnya.  Dalampenentuan sanksi, ada scoring, jika sudah 100 persen, maka dikeluarkan.  “Pelanggaran sudah memenuhi unsur dalam aturan sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Dikmen Bima, Abbas, MPd mengaku mengetahui hal tersebut. Namun, pihaknya hanya menyarankan agar keputusan itu dapat dipertanggungjawabkan dengan menjamin pendidikan siswa tetap berlanjut.

“Saya memmnyarankan buatkan surat pindah, supaya dua siswa itu tetap bisa sekolah,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, masalahnya sudah selesai. Bahkan dua siswa itu telah diterima di sekolah lain.  Termasuk data sudah diinput kembali dalam Dapodik dan menjadi peserta UN. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 187
    Shares
To Top