Ekonomi

Camat Woha Nilai Perlu Standar Harga Garam

Camat Woha, Irfan DJ, SH

Bima, Bimakini.- Kepala Pemerintahan Kecamatan Woha, Irfan Dj, SH, mengaku prihatin dengan rendahnya harga garam ditingkat petani saat ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, perlu turun untuk menyikapinya.

“Beberapa petani di Desa pesisir Kecamatan Woha menuntut Pemda terkait rendahnya harga garam, mereka menginginkan ada pertemuan pemerintah Ddsa, Kecamatan dan Kabupaten Bima,” ujarnya pada Bimakini.com, Senin (5/11).

Kata dia, arus desakan petani garam semakin kuat, mengigat harga garam belakangan ini makin merosot. Bahkan Pemerintah Kecamatan Woha diminta bertanggung jawab menyelesaikan masalah harga garam ini.

“Kami diminta membahas masalah harga garam ini. Kami memiliki kepedulian dalam menstabilkan harga dengan berbagai usaha dan koordinasi,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, telah berkoordinasi dengan DKP Kabupaten Bima, supaya membatasi pengiriman garam dari wilayah lain. Mengingat banyak persediaan garam di Kecamatan Woha.

“Minggu kemarin Pemda membeli garam di Desa Pandai dan Donggobolo dengan harha Rp 20 ribu per zak, dengan mutu garam kategori k1 dan k2, bahkan sudah dikirim ke Surabaya sebanyak 2 kontener,” kata dia.

Menurut Irfan, garam di lima desa di pesisir Kecamatan Woha memiliki kualitas yang sama, yaitu K1 dan K2. Namun, lain halnya dengan garam  dengan kualitas di bawah itu.

“Saya mengiginkan DKP memperjelas siapa yang akan beli garam berkualitas standar diproduksi petani, jangan sampai ini akan percuma dan saya minta garam kualitas K1 dan K2 di desa lain diakomodir juga,” pintanya.

Jika upaya itu mampu dilakukan pemerintah, maka telah membantu petani garam. “Saya harapakan semua petani garam yang ada saat ini bisa memahami, karena bukan saja garam yang anjlok saat ini, termasuk bawang juga,” pungkasnya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 9
    Shares
To Top