Opini

Dr Zul: Selamatkan Hutan NTB

Oleh: Satria Madisa

ilustrasi

Tiga Puluh (30) Persen Hutan NTB tersisa, dari keseluruhan hutan yang ada, berbahaya untuk NTB Pak Dr. Zul. Kau lebih tahu itu. Mulai 2015 sampai sekarang NTB dipetakan sebagai penyuplai Jagung Nasional. Tiap pergantian tahun, jumlah tanah untuk mendukung program upsus pajale (padi, jagung, kedelei) terpetakan dan tentunya bertambah. Terkonfirmasi jumlah bibit dan pupuk yang disubsidi oleh pemerintah. Puluhan Miliar rupiah dikucurkan oleh pemerintah, untuk proyeksi upsus pajale. Petani menjawab, dengan terusan membuka lahan.

NTB jadi penyuplai jagung nasional. Pemerintah berprestasi, masyarakat NTB sejahtera. Persoalan tidak berhenti pada prestasi, dan sejahtera. Hukum sebab akibat berlaku. Prestasi dan sejahtera harus dibayar mahal oleh alam. Dan manusialah yang selanjutnya jadi korban. Banjirlah, longsorlah, dan krisis air bersih. Sampai disini, nalar pemerintah tidak berhenti mengesploitasi nalar publik. Kita dipaksa menyalahkan petani, menyalahkan jagung, menyalahkan masyarakat NTB. Setelah pemerintah mengesploitasi prestasi dan kesejahteraan karena jagung.

Pak Gubernur NTB, kau tahu diksi teroris dinisbatkan pada petani, karena menggadaikan nurani dikarung jagung. Kau juga harus tahu, bahkan Bupati Bima, tidak tahu Hutan Bima gundul. Bahkan sekarang Pemda Dompu, mengakui fungsi hutan, hanya pada fungsi ekonomi, tidak pada fungsi ekologis. Kau harus tahu, sebagai gubernur baru, ada semacam kekacauan berfikir, pemda kabupaten. Penulis percaya, bisa engkau luruskan!. Dengan proyeksimu, NTB Gemilang.

Di Suara NTB, edisi 29 Oktober 2018 ada berita yang mengangkat judul “Ribuan Warga Korban Gempa, Jarah Hutan” objeknya di Parado, yang kondisi hutannya memprihatinkan. Benar hutannya digundul, benar juga oleh warga, tapi hoax karena korban gempa. Pernyataan Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup, itu hoax dan menyesatkan publik.

Pak Gubernur, Mengapa Pemda bisa bicara ngawur?

Penggundulan Hutan di NTB, bukan hanya karena pembalakan liar, tapi juga karena Illegal Logging. Tidak bisa dinisbatkan pada petani, dan masyarakat. Justru mafia kayu inilah yang tepat dinarasikan sebagai teroris.

Kami Menanti Narasi Baru, Gubernur Baru

Penggundulan Hutan (Pembalakan liar/Ileggal logging) tanggung jawab semua. Tidak perlu ada alibi, tidak perlu mengkambinghitamkan salah satu pihak, dan tidak perlu membela diri.

Terpenting, kita mau belajar pada peristiwa dan pengalaman yang lalu. Momentum inilah, yang tepat untuk sama-sama merefleksi, bahwasannya ada kekeliruan narasi dalam menggambarkan wajah rakyat dan wajah pembangunan di NTB.

Hutan dieksploitasi. Kini, hutan tidak lagi dijadikan sahabat. Kita tidak lagi memanfaatkan hutan sebagaimana keperluan. Kita beramai-ramai msngesploitasi hutan, karena dukungan industri dan informasi. Kita bertahan karena industrialisasi yang didukung total kampanye informasi. Miris…! Kita juga meggunakan dalil industri dan informasi untuk mencari alibi.

Hari-hari ini proyeksi NTB Gemilang, melarutkan kami pada wajah baru pembangunan NTB. Bahkan terobosan baru dicetus, kami pun bangga. Ada hal yang unik, tentang NTB Gemilang, ditengah eksploitasi besar-besaran Hutan dan alam di NTB. NTB Gemilang tidak bisa diupayakan dengan potensi ancaman lingkungan yang sangat besar. Dalam hal ini, NTB gemilang harus membaca kebutuhan masa depan warga, dan ancaman yang kian hari mendekat dan berbahaya. NTB Gemilang itu, Hutan NTB Hijau.

#SelamatkanHutanNTB

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 324
    Shares
To Top