Pemerintahan

Formasi Banyak Kosong, Berharap Standar Passing Grade Diturunkan

Drs H Supratman

Kota Bima, Bimakini.- Minimnya peserta tes CPNSD yang mencapai passing grade atau ambang batas diberbagai daerah, membuat pemerintah berpikir keras untuk memenuhi formasi yang dibutuhkan. Tidak terkecuali di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bima.

Dari formasi dibutuhkan sebanyak 198 orang, yang memenuhi standar atau mencapai passing grade hanya 21 orang saja. Banyak formasi yang tidak terisi sama sekali. Seperti halnya pada formasi guru olahraga, guru agama, guru bimbingan konseling dan sejumlah kebutuhan formasi lainnya.

“Semua Pemda termasuk kita di Kota Bima ini juga terus berdoa dan berharap agar  ada standar ataupun kebijakan lain supaya kebutuhan formasi kita terpenuhi. Masalahnya masih banyak formasi yang sama sekali tidak memenuhi sementara kita sangat butuh,” tukas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Kota Bima, Drs H Supratman Selasa (13/11) kemarin.

Selain itu, Supratman mengaku telah menyampaikan ke panitia seleksi nasional atau Panselnas jauh hari terkait kondisi yang dialami saat ini. “Semoga ada penurunan dan InsyaAllah semoga ada kesempatan bagi yang tidak memenuhi passing grade,” ucapnya penuh harap.

Toh kata Supratman, harapannya ini juga nantinya akan disampaikan secara resmi bersama dengan daerah lainnya di NTB.

Pun jika Panselnas tetap pada komitmen awal dengan standar passing grade-nya, papar Supratman, akan memerlukan kebijakan baru. Karena akan menimbulkan waktu dan biaya besar.

“Karena juga kita di masing-masing daerah sudah bekerja maksimal sementara hasilnya tetap saja begini. Poin terbesarnya kuota atau formasi kita harus terpenuhi. Semoga ada jalan,” pungkasnya dengan nada optimis.

Untuk diketahui dari sebanyak 1. 342 orang yang mendaftar hanya 21 orang saja yang memenuhi ambang batas atau passing grade. Jumlah itu ada 1370 orang yang mengikuti ujian dan sisa 28 orang absen atau tidak hadir mengikuti ujian.

Sementara 21 orang formasi yang lolos dari passing grade itu terdiri dari dokter sebanyak 7 orang, formasi K2 guru sebanyak 6 orang, K2 kesehatan hanya 1 orang, analisis kepegawaian 1 orang, apoteker ahli pratama 1 orang, guru BK 1 orang, pengelola sistem administrasi kependudukan 1 orang, perencana ahli pratama 1 orang dan radiographer terampil hanya 1 orang saja. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 69
    Shares
To Top