Ekonomi

Gandeng Koperindag, STKIP Bima Seminar Kewirausahaan dan Pameran Produk

Kota Bima, Bimakini.- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima, bekerja sama dengan Diskoperindag Kota Bima, menggelar Sosialisaai Wira Usaha Muda dan Seminar Kewirausahaan, Kamis (22/11). Selain itu, ada juga pameran produk.

Ketua Panitia, Nikman Azmin, MSi, menjelaskan, sosialisasi wira usaha muda dirangkai dengan seminar Kewirausahaan oleh Dinas Koperindag Kota Bima.

“Kegiatan ini sebagai bentuk mengaplikasikan dua mata kuliah pengetahuan lingkungan dan kewirausaaan,” ujarnya di aula STKIP Bima.

Lanjutnya, kegiatan ini melibatkan UMKM se-Kota Bima. Untuk  Kampus STKIP Bima, diwakili UKM dan  mahasiswa yang mengikuti dua mata kuliah tersebut.

“Jumlah peserta 50 orang, dari UMKM 25 peserta sementara mahasiswa dan UKM 25 orang. Masing-masing kampus di Kota Bima dan sekolah ikut diundang,” ujarnya.

Kata dia, hal ini sebagai bentuk pengejawantahan dari dua mata kuliah dan menyiapkan mahasiswa jadi wira usaha. “Ketika menjado alumni, mahasiswa tidak berpikir lagi untuk PNS sebab menjadi beban bagi sarjana muda,” ujarnya.

Lanjut dia, pelatihan ini akan dilakukan setiap tahun. Karena sudah ada kerjasama dengan Dinas Koperindag Kota Bima.

Sementara Sekretaris Bappeda Kota Bima, Ir Tafsir mengatakan,  seminar ini bagian dari Program Pemerintah Kota Bima. Terutama dalam mendorong lahirnya wirausaha muda.

“Pemerintah Kota Bima menganggarkan 12,5 miliar untuk program bantuan modal usaha. Melalui wirausaha berbasis kelompok diskusi bisa menjadi kelompok usaha dengan menyusun proposal,” katanya.

Kata dia, pengajuan proposal ditujukan kepada Walik Kota, setelah itu diverifikasi dan realisasikan oleh dinas teknis. “Dinas Koperindag akan merealisasikan bila proposal telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Bima,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kota Bima, Hj Nurjannah, SSos mengatakan, sesuai Visi Wali Kota Bima, mengembangkan wira usaha muda. Program mencetak usaha muda akan menjadi skala prioritas setiap tahunnya.

“Kami sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi termasuk STKIP Bima, kami inginkan setelah lulus, para sarjana muda sudah memiliki usaha untuk kebutuhan hidup,” urainya.

Kata dia, Kotà Bima merupakan kota perdagangan. Sebanyak 70 persen UMKM terkonsentrasi di Kecamatan Rasanae Barat. “Kami akan meningkatkan wirausaha baru, sesuai Undang-undang Nomor 20 tahun 2018 tentang UMKM,” jelasnya.

Kadis Koperindag didampingi Sekretaris Bappeda dan sejumlah pejabat lingkup STKIP Bima mengunjung setiap stand yang dipamerkan masing-masing UMKM, UMM dan mahasiswa. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 154
    Shares
To Top