Opini

“Dampak Deflasi Terhadap Pengangguran”

Oleh: Widi Astuti Purnama Sari

 

Ada yang naik ada pula yang turun

Itulah fenomena harga pangan

Ada juga harga turun beruntun

Sehingga deflasi tak terelakkan

 

ilustrasi

Apasih yang dimaksud dari deflasi itu ? Apakah setiap negara pernah mengalami deflasi? Tentu saja, tingkat inflasi dan deflasi berkaitan erat dengan kondisi perekonomian suatu negara, yang mempengaruhi kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Deflasi bisa dikatakan turunnya harga harga barang. Selain harga barang yang turun, biasanya deflasi juga akan diikuti oleh turunnya upah tenaga kerja.  Deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Bagaimana bila, negara kita mengalami deflasi terus menerus ? Apa yang terjadi terhadap suatu perekonomian negara kita ? Harus anda ketahui bahwasanya jika suatu negara telah mengalami deflasi yang semakin parah maka dapat menyebabkan kelumpuhan perekonomian di suatu negara tersebut jika tidak segera diatasi. Memang pada dasarnya setiap inflasi dan deflasi mempunya keuntungan dan kekurangan masing masing.

Deflasi selama dua-tiga bulan berbahaya. Lebih baik inflasi sedikit, tapi jangan deflasi terus menerus. Kalau terjadi deflasi dalam waktu dua-tiga bulan, itu artinya terjadi pelemahan ekonomi.

Dan ketika deflasi (jumlah uang yg beredar di masyarakat terlalu sedikit dan harga terus menerus turun) terjadi, maka produsen-produsen akan mengalami kerugian, sehingga mereka akan mengalami kelesuan dalam proses produksi bahkan ada yg sampai terhenti dalam proses produksinya akibat mengalami kerugian. Dalam hal ini, bias dikatakan bahwa jika suatu Negara mengalami deflasi maka hal itu sangat berbahaya.

Badan Pusat Statistik (BPS), 2 Februari 2015, melaporkan bahwa  selama bulan Januari 2015 terjadi deflasi sebesar 0,24 persen, atau secara Year on Year (Januari 2015 terhadap Januari 2014) mencapai 6,96 persen. Dalam laporannya, Kepala BPS Suryamin mengatakan, terjadinya deflasi pada bulan Januari tersebut merupakan deflasi yang ketiga kalinya terjadi dalam bulan Januari sejak tahun 1973. Sebelumnya deflasi terjadi pada Januari 1973 sebesar 1,65 persen, dan Januari 2009 sebesar 0,07 persen,

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan turunnya tingkat harga (deflasi) pada Maret 2017 terjadi sebesar 0,02 persen. Deflasi terjadi di bahan makanan minus 0,66 persen dan di kelompok transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan minus 0,13 persen.

Penyebab Timbulnya Deflasi

Deflasi itu terjadi disebabkan karena penurunan permintaan. Seperti yang kitaketahui ,jika konsumen mempunyai sifat alami yang mudah bosan, jadi ketika sudah bosan dan tidak tertarik maka permintaan akan barang/produk mengalami penurunan yang besar.

1.      Menurunnya persediaan uang di masyarakat

Saat terjadi deflasi ekonomi, maka harga barang akan mengalami kenaikan dan hal tersebut membuat konsumen menunda sementara atau lebih lama hingga harga barang turun. Hal tersebutlah yang akan memperlambat laju ekonomi.

2.      Meningkatnya persediaan barang
Apabila persediaan uang di masyarakat menurun, maka masyarakat menjadi malas membelanjakan uang mereka. Para pembisnis menjadi bingung karena persediaaan barang yang mereka miliki tidak laku dan menumpuk. Oleh sebab itu, pendapatan masyarakat mengalami penurunan dan jumlah uang yang beredarpun semakin sedikit.

3.      Menurunnya permintaan barang

Ketidakseimbangan antara harga barang yang tinggi dan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan menyebabkan terjadinya penurunana permintaan barang.

4.      Naiknya Permintaan Uang
Sedikitnya jumlah uang yang beredar di masyarakat akan membuat masyarakat bingung untuk melakukan kegiatan ekonomi dan juga tak ada kegiatan bisnis yang berjalan membuat peredaran uang semakin berkurang. Semua itu membuat kemunduran perekonomian dan maka dari itu, masyarakat meminta bank sentral untuk mengeluarkan uang agar menambah pasokan uang.

Dampak Deflasi dan Pengangguran

Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Dampak terbesar dari adanya deflasi yaitu menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami kemunduran dan kemerosotan. Dan juga ada keterkaitan hubungan antara pengangguran di Indonesia dengan terjadinya kasus deflasi (penurunan harga atau kekurangan kas negara) yang ada di Indonesia.

Dari hal ini, banyak pekerja yang akhirnya mengalami PHK besar-besaran karena harga terus turun maka produsen cenderung kurang berminat meproduksi barang (jumlah produksi mereka tidak diimbangi dengan permintaan dari masyarakat) dan pemilik bisnis tidak sanggup untuk membayar gaji karyawannya. Dengan demikian, pendapatan yang diterima masyarakat menjadi sedikit dan jumlah uang yang beredar di masyarakat berkurang. Begitu juga dengan pemerintah, jika berkurangnya jumlah produksi dan berkurangnya jumlah uang yang dimiliki masyarakat menurun otomatis pemasukan negara juga menurun.

Jika pemasukan negara menurun otomatis APBN juga ikut menurun yang akan mengakibatkan berkurangnya alokasi untuk pembangunan infrastruktur atau sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dari sisi investasi, deflasi juga mengakibatkan melesunya investasi di sektor riil maupun di lantai bursa. Akibatnya ini akan menambah berat kelesuan ekonomi dikarenakan tidak ada lagi aktivitas bisnis yang berjalan. Dan juga infrastruktur di pasar modal Indonesia mengalami fluktuasi (ketidaktetapan atau guncangan terhadap harga barang dan sebagainya) dipengaruhi oleh deflasi ini. Akan tetapi disisi lain, Bursa efek Indonesia (BEI) sendiri terus berupaya meredam fluktuasi di pasar modal Indonesia dengan cara meningkatkan jumlah investor domestic. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa aliran dana investor asing di pasar modal Indonesia masih berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dari sisi nilai tukar mata uang, deflasi dapat menimbulkan melemahnya mata uang.

Aspek Yang Diuntungkan dan Dirugikan Dari Adanya Deflasi

-Aspek yang diuntungkan

a. Para konsumen, karena harus membayar lebih murah, sehingga barang yang diperoleh lebih banyak jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya deflasi.
b. Mereka yang berpenghasilan lebih banyak, karena dengan penghasilan meningkat, menurunnya harga barang-barang dan jasa, mengakibatkan jumlah barang-barang dan jasa yang dapat dibeli menjadi lebih banyak

c. Para penabung, karena pada saat deflasii bunga yang diperoleh dari tabungan dirasakan lebih besar. Di samping itu akibat menurunnya harga barang-barang dan jasa, nilai uang yang ditabung menjadi lebih naik.

-Aspek yang dirugikan :

a. Para pengusaha, yang pada saat sebelum terjadinya deflasi, telah memiliki stock/persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.
b. Para peminjam, karena pinjaman telah diambil sebelum harga barang-barang turun, sehingga nilai riil-nya lebih rendah daripada sesudah deflasi terjadi, tetapi peminjam membayar kembali tetap sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelum terjadi deflasi.

c.  Para pedagang, yang dengan terjadinya deflasi tidak dapat menggunakan kesempatan memainkan harga barang. Jadi otomatis, mereka tidak mendapatkan laba/keuntungan yang besar

Solusi Dalam Menghadapi Permasalahan Deflasi dan Pengangguran

Dari permasalahan tersebut untuk mencegah deflasi menjadi krisis ekonomi besar, disini pemerintah dan semua pihak yang terkait harus bersepakat untuk memulai kembali kegiatan perekonomian yaitu dengan cara pemerintahmenerapkan kebijakan fiskal dalam artian seperti memotong pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk menggairahkan perekonomian.

Dari sisi bank sentral, pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarkannya dengan uang tunai. Bank sentral bisa menggunakan kebijakan moneter yaitu politik diskonto dalam artian menurunkan tingkat suku bunga yang ada dengan hal itu masyarakat akan menarik uangnya dari bank.

Selain itu untuk mengatasi tingkat pengangguran, diupayakan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh masyarakat dengan cara mengadakan pelatihan tenaga kerja atau kursus-kursus terlebih dahulu. (*)

Penulis adalah Universitas Muhammadiyah Malang

Share
  • 10
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top