Ekonomi

Mesin PLTMG Siap Beroperasi, Penuhi Defisit Listrik Bima – Dompu

Ruang mesin PLTMG Bonto yang saat ini dalam proses pengujian dan ditergetkan akhir Desember beroperasi.

Kota Bima, Bimakini.- Ada perkembangan menggembirakan bagi masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu. Saat ini PLN Bima mengalami devisit listrik akibat pemeliharaan antara 4.000 hingga 8.000 kilowatt.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bima – Dompu, PT PLN Persero UPP Sumbawa  telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), dengan kekuatan kapasitas daya 50 MW. Reencananya akhir Desember ini, satu dari tiga mesin PLTMG tersebut, siap untuk dioperasikan.

Hal itu disampaikan Manager Bagian Proyek PT PLN Persero UPP Sumbawa,  Agus Dwi Aprianto di lokasi PLTMG, Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota Kota Bima,  Selasa (11/12).

Dijelaskannya, kehadiran tiga mesin PLTMG tersebut mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat tiga kabupaten/kota. Diakuinya, saat ini kebutuhan listrik masyarakat ima – Dompu sebanyak 46 MW. Sementara kapasitas daya tiga mesin PLTMG tersebut, 50 MW. “Dari tiga mesin ini saja, kita kelebihan 4 MW daya,” ujarnya.

Lanjutnya, progres pengerjaan dan pemasangan mesin baru tersebut sudah mencapai 94 persen. Saat ini sedang dalam tahap pengujian. Mesin-mesin tersebut sedang diuji kehandalannya. “Proses uji coba baru dilakukan individual. Nanti akan dilanjutkan perunit dan system,” tuturnya.

Ditargetkan, dari tiga unit mesin tersebut, satu diantranya sudah mulai dioperasikan akhir tahun ini. “Kapasitas daya satu unit mesin ini 17 MW. Kami yakin, daya tersebut bisa menutupi devisit yang ada saat ini,” jelasnya.

Ditegaskannya, kehadiran tiga mesin baru tersebut, menjawab kerisauan masyarakat Bima – Dompu, terhadap pemadaman listrik secara bergilir. “Tapi yang perlu diingat, pemadaman bukan saja karena kurang daya. Tapi kalau terjadi gangguan, pasti akan terjadi pemadaman secara otomatis,” pungkas Agus.

Tiga unit mesin ini, kata dia, didatangkan dari Jerman.  Dari tiga, dua saat ini dalam ujicoba, sementara satu unit dalam persiapan.

Sebenarnya, kata Agus, mesin ini sudah datang secara utuh. Namun, harus dipastikan, mesin ini dapat beroperasi seperti saat pembuatan. Jangan sampai ada bagian-bagian yang perlu dibenahi, agar saat beroperasi benar-benar sudah siap.

“Kami mohon doa dari masyarakat, semoga proses pengujian ini tidak ada kendala, sehingga dapat segara beroperasi,”  pintanya.

Pengerjaan pembangunan PLTMG dimulai Agustus 2017 dan rencananya tuntas akhir 2018. Pembangunan tersebut sempat tersendat, karena adanya masalah dengan perusahaan yang mengerjakan pembangunan itu.
Mesin pembangkit yang dioperasikan saat ini adalah pembangkit dengan biaya murah tapi handal. Mesin yang digunakan merupakan mesin dari wilayah Eropa.

Manager Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit UPK Tambora, Yunisetia Ari Wibawa mengatakan, untuk di Sumbawa, juga terdapat pembangkit PLTMG dengan kapasitas 50 MW. Sehingga kebutuhan listrik di wilayah pulau Sumbawa sudah sama dengan di Jawa.  (IAN)

Share
  • 714
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top