Pendidikan

Orang Tua Siswa Protes Soal Dana PIP di Polsek Wawo

Bima, Bimakini.-  Sebanyak 50 orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri SDN 01 Maria Kecamatan Wawo, Kamis (6/12), mendatangi kantor Polsek Wawo. Mereka memerotes ulah Kepala Sekolah (Kasek) yang kerap ingkar janji dan mengulur-ulur waktu soal pembagian dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2018. Bahkan, dana PIP 2017 hingga kini masih menunggak untuk 11 siswa.

Tidak hanya itu, Kasek juga melakukan pemotongan sepihak berkaitan dengan administrasi dan pembelian pakaian, tanpa bermusyawarah dengan orang tua siswa. Ulah menunda-nunda waktu pembagian itu diduga, sudah kesekian kali dilakukan kepala sekolah.

“Padahal, orang tua siswa adalah petani yang harus bekerja di sawah dan tegalan. Jika sering ditunda jelas akan kehilangan waktu dan uang. Bagi PNS tidak masuk kerja sebulan juga masih bisa menerima gaji, tetapi petani setiap hari harus berjuang menghidupi anak dan keluarga,” ujar M. Ali H Ismail saat pertemuan di SDN 1 Maria, Jumat pagi.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima ini memertanyakan, apakah harus protes di Polsek Wawo dulu baru ada reaksi cepat untuk membayarnya. Semoga ini menjadi perhatian Kepala SDN 1 Maria, Julhijah, S.Pd agar tidak memermainkan hak siswa yang sudah disalurkan melalui sekolah. Jika ini terulang kembali dirinya akan menghadap Bupati Bima agar menarik SK pengangkatan Kepala Sekolah SDN 1 Maria karena sering menimbulkan keresahan di Desa Maria. Apalagi, sekolah ini berada di ibukota Kecamatan dan merupakan yang pertama di Kecamatan Wawo. Bukan itu saja saat di SDN 3 Maria juga masih meninggalkan masalah karena diprotes orang tua siswa.

“Saya minta agar ke depan jika sudah menerima uang jangan lagi ditunda-tunda pembagian dana itu ke siswa,” katanya.

Kepala SDN 1 Maria, Julhijah, S.Pd, menjelaskan, penundaan itu bukan karena disengaja, tetapi karena ada kegiatan di Kabupaten Bima, sehingga yang dijanjikan tidak tepat waktu. “Saya kaget setelah dikontak oleh guru di sekolah mengenai protes pembagian PIP di Polsek Wawo. Saya langsung pulang dan menjelaskan persoalan yang sebenarnya,” katanya saat pertemuan di sekolah setempat, Jumat.

Dia menjelaskan, Jumat ini akan membagikan dana itu kepada orang tua siswa. Bahkan, yang tersisa 11 siswa pada PIP 2017. Untuk keseluruhan dan PIP 2018 senilai Rp20.925.000.- yang diperuntukan tujuh siswa masing-masing senilai Rp225.000 dan 43 siswa masing-masing senilai Rp450.000. Kemudaian biaya administrasi senilai Rp1 juta dan pembelian baju seragam untuk seluruh siswa senilai Rp7 juta. Setelah dipotong biaya administrasi dan pembelian baju seragam tujuh siswa hanya menerima Rp65 ribu, sedangkan 43 siswa menerima Rp290 ribu.

Aparat Polsek Wawo, Brigade Ramadhan, mengatakan, kehadiran warga yang memrotes kasus tertundanya pembagian dan PIP 2018 bukan berarti kasus itu akan ditangani oleh Polsek. Jajaran Polsek belum menyidik kasus itu karena masih berharap dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, diminta agar Kasek dalam mengambil kebijakan di sekolah harus sesuai aturan. Selain itu, hendaknya lebih mengedepankan musyawarah dan mufakat, termasuk pemotongan administrasi dan pembelian baju seragam agar tidak menimbukan persepsi yang berbeda antara Kasek dengan orang tua siswa.

Hal senada disampaikan Kepala UPT Dinas Dikpora Wawo, Rusdin Hima, S.Pd. Hendaknya dana PIP itu dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), jangan digunakan untuk membeli pupuk dan kebutuhan orang tua di sawah dan tegalan.

Pada pembagian Dana PIP itu dihadiri Kepala UPT Dinas Dikpora Wawo, Rusdin Hima, S.Pd, Kepala Desa Maria, H Nurdin HM Saleh, Ketua Komite SDN 1 Maria, Julkifli, S.Pd, Pengawas Pendidikan, Alimudin, S.Pd, M.Pd. (NAS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 191
    Shares
To Top