Ekonomi

PLN Genjot Pemulihan Defisit Kelistrikan Bima

Satu unit mesin pembangkit listrik di PLTD Bima yang sedang tahap pemeliharaan, Selasa (11/12).

Kota Bima, Bimakini.- Pemeliharaan rutin yang dilakukan terhadap mesin pembangkit, mengakibatkan daya listrik untuk wilayah Bima – Dompu mengalam defisit. Hal tersebut menyebabkan dilakukannya pemadaman secara bergilir.

Manager PT PLN Persero UP3 Bima, Dony ST menjelaskan, pemulihan defisit kelistrikan Bima merupakan hal terpenting. Saat ini, daya mampu mesin, baik yang dimili PT PLN maupun mesin yang disewa PLN, berkisar pada 57,620 KW.

“Untuk pemeliharaan mesin dilakukan oleh UPK Tambora. Kami UP3 Bima bertugas menyalurkan listrik ke pelanggan,” jelas Dony.

Manager Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit UPK Tambora, Yunisetia Ari Wibawa menjelaskan, saat ini mesin pembangkit masih dilakukan pemeliharaan. Rencana awal, pemadaman bergilir hanya berlangsung selama satu bulan.

“Ternyata semuanya tidak sesuai rencana. Pemeliharaan dimulai pertengahan September, targetnya dalam waktu satu dua hari akan segera selesai,” jelasnya.

Setiap hari lanjut Ari, pemeliharaan rutin dan pemeliharaan karena gangguan, terus dilakukan. Dengan daya yang akan keluar dari system sekitar 15,540 KW. Sehingga, akibat dari pemeliharaan tersebut, daya mampu PLN menurun menjadi 41,970 KW. Sementara beban puncak untuk tiga kota dan kabupaten sebesar 45 KW.  “Status defisit sebesar 3,030 KW,” ujarnya.

Terhadap kondisi tersebut, diakuinya ada beberapa langkah yang dilakukan saat ini. Seperti, melakukan pemeliharaan secepat dan semaksimal mungkin, agar pembangkit yang sedang dilakukan pemeliharaan dapat segera bergabung kembali dengan system kelistrikan Bima

Untuk rencana pelaksanaan Mayor Overhaul Nigata PLTD Bima, pemeliharaan dilakukan mulai tanggal 20 Agustus sampai 18 Sepetember 2018. Namun dalam proses pemeliharaan ditemukan kendala, yakni material CAM tidak dapat dilepas dari CamShaft. Sehingga, pemeliharaan tersebut mengalami penambahan waktu hingga 12 Desember.

Kemudian, untuk rencana pelaksanaan pemeliharaan Mayor Overhaul MAK 1, dimulai tanggal 17 September sampai 16 Oktober 2018. Namun dalam pelaksanaan, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti penambahan material. Sehingga mengalami penambahan waktu pengerjaan sampai 17 November 2018.

“Untuk pemeliharaan yang dilakukan mesin sewa, kami terus memantau progres pemeliharaan setiap mesin. Bahkan kami bersurat untuk percepatan perbaikan mesin backup dan melakukan koordinasi dengan semua mesin sewa yang ada,” tutur Ari.

Dia berharap, agar cuaca di Bima dan Dompu segera membaik, sehingga system distribusi listrik di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu dapat tersalurkan secara normal dan tanpa kendala.

“Pemeliharaan dilakukan bersamaan karena, ada mesin yang mestinya pemeliharaan di semester pertama dialihkan ke semester kedua. Karena saat semester pertama, banyak kegiatan besar yang dihelat, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman bergilir,” bebernya.

Ditambahkannya, mulai tahun 2017,  UPK Tambora ditugaskan khusus untuk mengelola pembangkit listrik. Sementara jumlah pembangkit yang dilakukan pemeliharaan saat ini sebanyak 60 unit. Masing-masing memiliki kapasitas daya 500-1000 KW.

“Untuk progres pemeliharaan, dalam waktu satu dua hari ke depan, sudah ada mesin yang bisa dioperasikan. Ini akan mengurangi devisit daya listrik kita,” pungkasnya.

Manager PT PLN Persero UP3 Bima dengan Manager Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit UPK Tambora mengajak sejumlah wartawan melihat beberapa mesin pembangkit yang sedang dilakukan pemeliharaan. Kemudian, melihat secara langsung progres tiga mesin pembangkit di PLTMG Bonto. (IAN)

Share
  • 52
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top