Hukum & Kriminal

Dibacok, Warga Donggobolo Luka Parah

Korban saat dievakuasi oleh warga dari lokasi kejadian.

Bima, Bimakini.- Asalam (58) warga RT 03 RW 02 Dusun Kananga, Desa Donggobolo, Kecamatan Woha, dilarikan ke RSUD Bima, karena kritis akibat luka bacok dibeberapa bagian tubuhnya. Penganiayaan tersebut dilakukan FD (20) warga RT 17 RW 07 Dusun Godo Desa Dadibou Kecamatan Woha, di tambak ikan So Nangasia Watasan Desa Donggobolo, Sabtu (12/1) sekitar pukul 12.30 Wita.

Kapolsek Woha AKP Fandi Ar, menjelaskan penganiayaan ini berawal saat korban bersama dua rekannya mencari ikan di tambak miliknya. Namun tiba-tiba didatangi oleh pelaku yang sengaja mencari dan memanggil nama korban.

“Saat pelaku melihat korban, pelaku langsung menganiaya korban dengan menggunkan senjata tajam jenis parang hingga korban mengalami luka sambetan di bagian punggung di bawah tengkuk sebelah kanan dan luka sabetan di telapak tangan dengan jari kelingking hampir putus,” sebutnya.

Aksi yang dilakukan oleh pelaku sempat mendapat perlawanan dari korban, yang mengakibatkan pelaku juga mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian pergelangan tangan dan di bagian jari kelingking tangan kiri.

“Kedua rekannya hanya bisa melihat saat pelaku menganiaya korban, karena korban terjatuh, pelaku langsung melarikan diri menuju Dusun Godo,” kata dia.

Korban tergeletak di dalam areal tambak dan mengeluarkan banyak darah, sehingga dibawa keluar dari lokasi tambak dengan menggunakan sampan menuju jalan raya oleh kedua rekannya.

“Anggota piket SPKT polsek Woha yang mendapat informasi kejadian mendatangi sekitar TKP dan membawa korban ke Puskesmas Woha menggunakan mobil Patroli Polsek untuk tindakan medis,” ujarnya.

Pelaku melarikan  ke rumahnya di Dusun Godo, sehingga diketahui oleh keluarganya. Akhirnya orang tua kandung pelaku Ahaer dan keluarga menyerahkan bersangkutan ke Mako Polres Bima.

“Saya memimpin anggota Polsek dan Sat Sabhara  menghalau dan memberikan pemahaman pada warga atas adanya konsentrasi masa warga Desa Donggobolo yang keluar ke arah persimpangan karena mendengar adanya penganiayaan yang menyebabkan jatuh korban dari warga Desa Donggobolo,” jelasnya.

Puluhan warga Desa Donggobolo sempat keluar di jalan raya, akhirnya di imbau untuk kembali ke rumah masing-masing dan jangan main hakim sendiri.

“Pelaku sudah diamankan di Polres Bima, serahkan proses hukum pada pihak yang berwajib,” jelasnya.

Pantauan Bimakini.com, hingga sore situasi di dua desa masih kondusif. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 2.2K
    Shares
To Top