Peristiwa

Diduga Masalah Raskin, Kantor Desa Tumpu Disegel

Kantor Desa yang disegel, sehingga staf tidak bisa masuk.

Bima, Bimakini.- Kantor Desa Tumpu Kecamatan Bolo disegel Orang Tidak Kenal (OTK). Penyegelan tersebut diketahui saat aparat mau masuk kerja yakni sekitar pukul 07.30 Wita.

Bendahara Desa Tumpu, Al Kamal mengatakan, tidak mengetahui siapa pelaku yang segel kantor desa. Akibatnya semua aparat tidak masuk dalam kantor, bahkan pelayanan pada pagi hari itu terganggu.

“Kuat dugaan kami penyegelan lantaran kasus Raskin kemarin. Padahal Pemdes sudah berjanji akan membeli dan menyalurkan beras pada Selasa (22/1),” ujar Al Kamal.

Dijelaskan Kamal, selaku Bendahara Desa, pihaknya sudah membeli beras dari alokasi anggaran pengadaan Raskin Tahap III.

“Beras sudah dibeli dari tengkulak warga Desa Leu sebanyak 350 kg dengan harga 10 ribu per kg. Tambah ongkos transportasi Rp. 100 sehingga totalnya Rp. 3.600.000,” urai Kamal.

Dikatakannya, lantaran pintu kantor sudah digembok, terpaksa beras disimpan di luar.

“Yang penting beras sudah dibeli. Karena pintu digembok, kita simpan saja di luar halaman kantor desa,” tutupnya langsung beranjak pulang ke rumahnya.

Kepala Dusun III, Syamsudin membenarkan bahwa beras sudah dibeli dan rencana mau dibagikan hari ini. Karena pintu sudah digembok, ada kemungkinan beras tidak dibagikan dulu.

“Kami selaku Kadus yang dipercaya untuk salurkan bantuan sudah mengantongi nama-nama penerima manfaat. Tapi karena pintu digembok penyaluran Raskin ditunda,” ujarnya.

Akibat penyegelan itu, semua pelayanan terganggu. Sebenarnya kita sudah berupaya untuk membukan gembok, tapi karena gembok yang digunakan oleh OTK besar sulit kita buka.

“Kita mencoba buka paksa. Tapi karena gembok besar dan kuat sehingga tidak bisa terbuka,” ucapnya.

Anggota BPD, Sudirman, mengaku telah mengecek keberadaan beras tersebut. Pihaknya membenarkan bahwa beras sudah dibeli oleh Pemdes setempat. Hanya saja karena muncul tidak puas dari warga, pintu gerbang kantor desa digembok oleh OTK.

“Kami tidak mengetahui siapa yang gembok pintu kantor. Akibatnya, beras yang sudah dibeli disimpan didepan pintu kantor,” terangnya.

Dirinya menyesalkan ulah oknum tersebut, karena aktivitas mandek. Bahkan rencana penyaluran beras diurung.

“Sangat dusesalkan ulah OTK yang menyegel kantor desa. Akibatnya aktivitas terganggu,” tutupnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 388
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top