Peristiwa

Dimusim Hujan, Warga Sanolo Krisis Air Bersih

Penjual air dengan menggunakan jirgen di Desa Sanolo.

Bima, Bimakini.- Miris, kesulitan air bersih mestinya hanya terjadi pada Musim Kemarau (MK) saja. Namun, kondisi seperti itu justeru berbeda dirasakan oleh warga Desa Sanolo, Kecamatan Bolo.

Saat intensitas hujan mulai tinggi saat ini, justru krises air bersih. Akibatnya, untuk kebutuhan setiap hari, warga setempat harus morogoh saku membeli air.

Sejumlah penjual air membawa jirgen dengan motor dan mobil bak terbuka. “Selain mengambil langsung air di bor yang berlokasi di Desa Darusalam. Warga juga membeli air pada penjual yang menggunakan mobil dan jasa ojek,” ujar warga Desa Sanolo, Firdaus, Jum’at (25/1).

Kata Firdaus, untuk mendapatkan dua jirgen air, warga harus mengeliarkan Rp 5 ribu. Jika digunakan untuk minum saja, maka untuk dua hari saja.

“Kami betul-betul sulit untuk mendapatkan air bersih. Karena harus keluarkan uang,” terangnya.

Lanjutnya, di Sanolo bukan tidak ada air. Namun air yang keluar di sumur terasa asin. Bahkan pernah dilakukan penggalian sumur bor dekat gunung, dengan harapan supaya air tidak asin.

“Pemerintah pernah menggali sumur bor. Tapi hasilnya tetap sama yakni terasa asin,” tuturnya.

Dijelaskannya, sekitar tahun 2015, warga sempat menggunakan air PAM, namun hal itu tidak berlangsung lama.

“Pernah masuk air PAM tahun 2015. Namun tidak lama penyaluran air PAM berhenti,” ungkapnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah untuk mencari solusi terbaik terkait kelangkaan air bersih yang dialami warga saat ini. Sehingga kebutuhan dapur dan lainnya tidak lagi dikeluhkan oleh warga setempat.

“Kita berharap ada terobosan baru dari pemerintah. Sehingga kelangkaan air ini cepat berlalu,” tutup Firdaus.

Warga lainnya, Armin, mengatakan, warga kesulitan air bersih walau pun dimusim hujan. Hal itu sudah lama terjadi, yakni hampir puluhan tahun.

“Kami capek mengeluh. Karena perhatian pemerintah tidak ada,” pungkas Armin. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 145
    Shares
To Top