Ekonomi

Gelombang Kian Ganas, Nelayan Takut Melaut, Hutang Menumpuk

Nelayan yang memarkir perahunya di Lawata.

Kota Bima, Bimakini.- Angin kencang dan gelombang tinggi yang menerjang wilayah Bima dan sekitarnya hingga akhir Januari 2019 ini, kian ganas. Bahkan  mencapai ketinggian tiga meter. Ditambah lagi dengan angin yang kian kencang.

Akibatnya nelayan kian menjerit lantaran sudah dua bulan lebih tidak melaut. Praktis para nelayan berhutang untuk memenuhi kebutuhan. Kini hutan pun kian menumpuk.

Perahu mereka pun kini hanya terparkir dipinggir pantai sepanjang Kota Bima. Salah satunya di Pantai Lawata.

“Anginnya makin kencang Mas, makanya perahu kita ikat dipinggir pantai begini. Takut terbawa gelombang. Makanya jangankan melaut, dipinggir gini aja dipukul gelombang,” aku salah satu nelayan, Ahmad kepada Bimakini.com Kamis (24/1) kemarin.

Tidak hanya dialami Ahmad, nelayan lain yang memarkir perahu sekitar lima puluh lebih. Mereka  berasal dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Bima.

“Kita yang dari Langgudu jauh begini cuman ngandelin keluarga dan hutang saja. Mana kita tidak bisa lepas begini saja perahu kita Mas,” tukas nelayan lainnya bernama Abu bakar.

Kini mereka mengakui hanya berdiam di perahu saja sambil membersihkan dan mencari alternatif pekerjaan lain. Namun berharap gelombang cepat reda dan cuaca membaik seperti semula agar mereka bisa beraktifitas.

Pantauan BimaEkspres, saat pagi hari nelayan yang memarkir perahu ada di Pantai Lawata, hanya duduk. Karena saat air surut pagi harinya, mereka tidak bisa berbuat banyak. Saat itu pasang, gelombang tinggi dan angin kencang. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 258
    Shares
To Top